BNN Provinsi Lampung Gagalkan Penyelundupan 41,6 Kg Sabu yang Dikendalikan dari Rutan Way Hui

791

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – BNN Provinsi Lampung berhasil menangkap 5 tersangka dan mengamankan lebih kurang 41,6 Kg sabu yang dibawa dari Aceh untuk diedarkan di Provinsi Lampung.

Penangkapan para tersangka tersebut terjadi pada pada Sabtu (7/12/12019) lalu, bermula di parkiran Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUAM).

“Paket sabu yang dikemas dalam bungkus hijau Teh Cina sejumlah 40 bungkus, terdapat di dalam mobil Fortuner warna putih dengan nomor polisi (nopol) B 1753 WRL di parkiran RSUAM,” kata Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol. Eri Nursatari didampingi Kabid Pemberantasan Kombes Pol Hennry saat menggelar konfrensi pers, Selasa (10/12/2019), di kantor BNNP Lampung, Telukbetung, Bandar Lampung.

Menurut info yang diperoleh pada tanggal 4 Desember, kata dia, akan ada barang yang dikirim dari Aceh dengan kendaraan yang akan diterima kurir di Lampung. Dan mereka ini (tersangka) akan bertemu di parkiran RSUAM.

Saat kurir pengantar bernama Irfan Usman (asal Aceh) datang dengan menggunakan Fortuner warna putih tiba, mobil tersebut ditinggalkan di parkiran. Sementara barang diterima oleh tersangka Suhendra alias Midun, warga Telukbetung, Bandar Lampung.

“Kemudian mobil Fortuner putih tersebut berhasil diamankan oleh petugas, di dalamnya didapati kurang lebih 40 bungkus teh Cina hijau dengan berat sekitar 41,6 Kg. Kurir pengantar ini (Irfan Usman) tewas kehabisan darah setelah tim melakukan tindakan terukur menembak tersangka, karena mencoba melarikan diri,” tegas dia.

Setelah dilakukan pengembangan oleh tim dari BNNP, didapatkan 3 orang pengendali dari dalam rutan Way Hui, mereka adalah Jefry, Hatami dan Supriyadi, kesemuanya berasal dari Bandar Lampung. Dari ketiganya tim mendapatkan barang bukti 3 unit handphone.

Menurut keterangan tersangka Jefry, narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari Mutasir (DPO).

Kemudian, Sabtu (7/12/2019) BNNP Lampung bersama Tim Tindak Kejar BNN RI melakukan pengembangan ke Aceh.

Pukul 17.15 Wib di hari yang sama, DPO atas nama Muntasir (warga setempat) berhasil ditangkap di Dham Ceukok kecamatan Aceh Jaya Kabupaten Aceh Besar. Sementara pemilik rumah adalah Fatwa, seorang PNS di Lapas kelas 2 Lambaro, Aceh

Dari rumah tersebut diamankan 1 unit mobil Honda Jazz BL 1885 JJ, 2 unit Hp, KTP atas nama Muntasir, uang Rp1,1 juta, 150 Ringgit Malaysia, ATM BCA dan ATM Mandiri.

“Pasal yang dikenakan kepada mereka yaitu, Pasa1 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas Eri. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda