Benakat Minyak Perkuat Status Desa Tangguh Bencana Lewat Simulasi Karhutla

14

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, BERITAANDA – Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), simulasi sekaligus perlombaan pemadaman api digelar di Desa Benakat Minyak, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi melalui kerja sama PT Pertamina EP Pendopo Field dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI tersebut melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari Dusun 1 hingga Dusun 6.

Kegiatan berlangsung di lapangan olahraga Desa Benakat Minyak dan dihadiri Kepala Desa Benakat Minyak, perwakilan BPBD Kabupaten PALI, perwakilan PT Pertamina EP Pendopo Field, serta perwakilan Kecamatan Talang Ubi.

Kepala Desa Benakat Minyak, Edi Suprapto menjelaskan, bahwa lomba simulasi tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pelatihan kebencanaan yang sebelumnya telah diikuti masyarakat.

Menurut Edi, peningkatan kesiapsiagaan sangat penting mengingat Desa Benakat Minyak telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana di wilayah Kabupaten PALI.

“Meskipun kita semua berharap bencana tidak terjadi di desa kita, kesiapan warga harus tetap diasah. Melalui pelatihan dan lomba ini, rekan-rekan dari setiap dusun siap bergerak cepat jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat,” ujar Edi di sela-sela kegiatan.

Senada dengan itu, Community Development Officer PT Pertamina EP Pendopo Field, Erwin Tonci Simatupang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Community Involvement and Development (CID) atau CSR Pertamina dalam mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana.

Ia mengatakan, kondisi geografis Desa Benakat Minyak yang berbatasan langsung dengan area PT Musi Hutan Persada (MHP), ditambah sebagian wilayahnya yang merupakan kawasan hutan lindung, membuat desa tersebut memiliki potensi kerawanan terhadap karhutla.

“Lomba ini menjadi stimulan untuk menumbuhkan kesadaran dan melatih keterampilan. Kita ingin pemahaman pencegahan api tidak hanya dikuasai oleh kelompok satuan tugas, tetapi juga dipahami oleh masyarakat umum agar siap beraksi jika skenario terburuk terjadi,” jelas Erwin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten PALI Jon Faizar M.Si menekankan pentingnya penguasaan teknik pemadaman api yang aman.

Dalam simulasi tersebut, para relawan dibekali pengetahuan mengenai tata cara memadamkan kobaran api di lapangan dengan tetap mengedepankan keselamatan diri.

Jon juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, mengingat kondisi cuaca kering yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir September.

“Kami mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, serta menghentikan aktivitas membuat api di area hutan maupun permukiman,” tegas Jon.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba pemadaman karhutla antar-dusun.

Berdasarkan hasil penilaian tim juri di lapangan, Dusun 5 berhasil meraih Juara 1, disusul Dusun 6 sebagai Juara 2 dan Dusun 3 sebagai Juara 3. Sementara itu, Juara 4 diraih Dusun 1, Juara 5 Dusun 2, dan Juara 6 diraih Dusun 4. (AMD)

Bagaimana Menurut Anda