Bekerjasama dengan BBPOM Sumut, Pemkot Gunungsitoli Adakan Pelatihan Penyuluh Keamanan Pangan dan District Food Inspector

185

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli melaksanakan kegiatan pelatihan penyuluh keamanan pangan dan district food inspector yang bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, bertempat di aula Lt. I kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa (16/7/2019).

Kepala BBPOM Sumut Drs. Y. Sacramento Tarigan, Apt menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembekalan para petugas secara prinsipil agar lebih memiliki kompeten dalam hal menjaga keamanan bahan pangan dan obat-obatan, serta untuk menyamakan persepsi dan kesepahaman dengan para pelaku usaha, sehingga dapat memberi pelayanan prima bagi masyarakat dan pelaku usaha itu sendiri. Hal ini juga berkaitan dengan pengurusan izin usaha supaya lebih mudah dan cepat bagi para pelaku usaha dan masyarakat luas.

“Kegiatan ini diperuntukkan bagi personel Tim Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Kota Gunungsitoli dan peserta pelatihan lainnya dalam menjaga serta mengawasi keamanan bahan pangan di Kota Gunungsitoli,” jelasnya.

Mewakili Pemkot Gunungsitoli, Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Agustinus Zega menyambut baik atas pelaksanaan ini.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Balai BPOM Sumut yang terjun langsung ke daerah dan konsisten dalam peningkatan pengawasan bahan makanan di daerah.

Menurut beliau, momentum ini dapat menjadi pendorong bagi pengusaha mikro dan menengah untuk melahirkan produk-produk unggulan di Kota Gunungsitoli yang berdaya saing, sebagaimana komitmen pemerintah selama ini yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produk-produk unggulan yang berstandar nasional bahkan internasional.

Lebih lanjut beliau memaparkan, bahwa hal ini merupakan langkah konkrit dari perjanjian (MoU) yang dibangun bersama BBPOM beberapa waktu lalu. Dirinya berharap kepada seluruh personel dan peserta diklat untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

“Karena hasil pengawasan dan izin yang dikeluarkan nantinya akan berlaku secara nasional, dan hal ini akan membuka peluang bagi Kota Gunungsitoli meningkatkan mutu serta keamanan produk yang dihasilkan,” ungkapnya.

Beliau berpesan kepada peserta diklat yang berjumlah 30 orang, agar benar-benar mengambil manfaat dari pertemuan ini. Karena kelak diharapkan akan menjadi staf penyuluh pangan dan pengawas yang berkompeten di Kota Gunungsitoli, serta menjadi salah satu faktor penentu akan peningkatan mutu  produk-produk unggulan khas Nias yang lahir dari usaha-usaha mikro yang beredar di pasaran dan terdaftar secara nasional.

“Kepada satminkal yang menangani hal ini yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk bergerak cepat demi menyambut Sail Nias yang tinggal dua bulan lagi. Dan informasi ini harap diteruskan kepada para pelaku usaha mikro dan menengah di Kota Gunungsitoli,” himbaunya.

Turut hadir Asisten Administrasi Umum Setda Kota Gunungsitoli, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli beserta segenap undangan lainnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda