Bangkai Babi Hanyut di Sungai Bedagai, Para Pedagang Ikan Mengeluh

541

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Para pedagang ikan di seputaran Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengeluh dan mengaku berkurang omzetnya. Pasalnya, banyaknya bangkai babi yang mengapung dan hanyut melintas kawasan sungai di Kecamatan Tanjung Beringin .

Akibat dari banyaknya bangkai babi tersebut, berdampak terhadap pencemaran air Sungai Bedagai, membuat para pedagang ikan dan nelayan tradisional ikut berkurang penghasilan mereka selama sepekan terakhir. Sebab, masyarakat enggan membeli ikan.

Salah satu pedagang ikan di tempat pelelangan ikan (TPU) yang bernama Syaiful (45) kepada awak media mengatakan, sejak adanya bangkai babi yang hanyut mengapung di Sungai Bedagai, omset penjualannya drastis menurun.

“Sebab, minat masyarakat untuk makan ikan sudah berkurang, lantaran warga merasa jijik dan alergi karena ada bangkai babi yang banyak mengapung di sungai. Mungkin itu salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, terutama ikan asal muara. Seperti ikan baung, udang, kepting dan ikan belanak,” kata Syaiful, Selasa (12/11/2019).

Sementara Syarifuddin (42), salah satu pedagang ikan keliling asal Sei Buluh Kecamatan Perbaungan yang selalu mengambil ikan di TPI, juga mengeluhkan omset penjualan ikan yang dijualnya ke pelosok-pelosok desa di seputaran Sergai.

“Karena masyarakat sudah tidak minat lagi mau beli ikan, sebab mendengar banyaknya bangkai babi yang mengapung di sungai. Jadi warga menganggap ikan yang dijual oleh pedagang ikan keliling sudah terindikasi virus,” katanya. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda