Antara TNI dan Deru Mesin Molen Beton di Lokasi TMMD

790

PALAS-SUMUT, BERITAANDA – Perpaduan antara TNI dan mesin molen alias pengaduk semen di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0212/TS sangat menyumbang percepatan pengerjaan kegiatan fisik di Desa Hutaraja Lamo dan Desa Mondang, Sosa, Palas.

Sebab, sebagai manusia tentunya setiap orang punya keterbatasan mengaduk semen dalam skala besar. Jika pekerjanya harus terus menerus mengaduk semen sendiri dengan tenaga yang dimiliki, maka dapat dipastikan speed (kecepatan) pembangunannya akan terhambat dan terlambat.

Tak ingin mengambil resiko terlau jauh, apalagi mengingat tenggat waktu cuma sekira satu bulan lamanya. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD pun memanfaatkan mesin pengaduk semen ini sebagai alat memperlancar pengerjaan yang tercantum dalam item kegiatan fisik TMMD.

“Mengingat kompleknya beban kerja berupa pengecoran maupun pengerasan jalan, drainase, pembuatan jembatan plat duekker, pemasangan gorong-gorong, serta pembangunan lainnya, mustahil rasanya hanya mengandalkan tenaga manusia,” ungkap Dan SSK Satgas TMMD, Lettu Inf. Ade Sahputra Ritonga, Sabtu (3/8/2019).

Oleh karena itu, sedikitnya ada tiga unit mesin pengaduk beton (mesin molen beton) yang Satgas TMMD manfaatkan untuk mempercepat pengerjaan fisik. Sehingga, keberadaan mesin tersebut juga praktis menambah semangat kerja para Satgas TMMD dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, deru mesin pengaduk semen menyemangati kami para prajurit TNI dan masyarakat dalam mengerjakan segala sesuatunya di lokasi,” kata Ade sembari menggambarkannya dengan ungkapan putaran mesin molen seakan memacu semangat kami untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Senada dengan Ade, salah satu anggota Satgas, Kopda Irwan Farwis Siregar menuturkan, keberadaan mesin molen di lokasi membuat pekerjaan yang berat serasa menjadi ringan, lebih cepat dan efisien. Semisal disaat membuat adukan semen campur kerikil untuk bahan rabat beton jalan yang sedang dikerjakan.

”Tak bisa dibayangkan kalau saja mesin molen tersebut tidak ada menemani kita bekerja di lokasi, sudah pasti setiap orang harus mengeluarkan tenaga berlebih. Karenanya, disetiap harinya mesin ini kami rawat dengan sebaiknya agar dapat digunakan sampai semua pekerjaan kelar,” ujarnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda