Aniaya Seorang Kakek Hingga Meninggal Dunia, Abdul Rohim Dijemput Polisi

5231

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Akibat ulahnya nekat melakukan penganiayaan hingga sebabkan korbannya meninggal dunia, Abdul Rohim (46) yang merupakan warga Desa Kerta Mukti Kecamatan Mesuji Raya Ogan Komering Ilir (OKI) diamankan Polisi.

“Korbannya Sarun (60), warga Desa Embacang Permai Kecamatan Mesuji Raya OKI,” ungkap Kapolres OKI AKBP Dili Yanto melalui Kasi Humas IPTU Ganda Manik, Selasa (18/1) pagi.

Aksi penganiayaan dilakukan pelaku pada Senin (17/1) sekira pukul 07.30 WIB, di areal lahan plasma KUD Jadi Mandiri Kelompok 43 Desa Embacang Mesuji Raya, OKI.

“Setelah dapat informasi dari masyarakat adanya aksi itu, Kapolsek Mesuji Raya IPTU Dedi Kurnia didampingi PS. Kanit Reskrim Aipda Imam bersama anggota berangkat menuju lokasi,” ujar dia.

Saat rombongan Kapolsek tiba, ternyata korban sudah dibawa ke Puskesmas Kerta Mukti. Lalu Kapolsek dan tim menyusul ke Puskesmas. Setiba disana, ditemukan korban sudah meninggal dunia,

“Kemudian Kapolsek mendapat informasi, pelaku berada di rumah Kepala Desa Kerta Mukti. Sekira pukul 08.00 WIB, Kapolsek bersama tim menjemput tersangka di rumah kepala desa,” tandas dia.

Menurut Kapolsek, motif peristiwa penganiayaan tersebut berawal ketika korban Sarun bersama saksi Kosim sedang bekerja di lahan sawit plasma Kelompok 43 Desa Embacang.

“Saat istirahat sarapan pagi, tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dan saksi Kosim, lalu berkata ‘siapa yang suruh merusak tanaman saya’. Saksi Kosim yang saat itu memegang cangkul kecil langsung berdiri,” terang dia.

Lalu, pelaku memukul saksi dengan tangan hingga mengenai mulut saksi. Kemudian pelaku mendorong saksi dan berhasil merebut cangkul dari saksi. Sambung dia, melihat kejadian tersebut, korban mencoba melerai namun justru sebaliknya yang terjadi.

“Saat korban bersama saksi lari untuk menyelamatkan diri, pelaku mengejar korban. Dan saat korban melewati kawat berduri, pelaku memukul korban beberapa kali pada bagian punggung dengan gagang cangkul yang ada di tangannya,” imbuh dia.

“Tapi saat korban bersama saksi berhasil lolos dan istirahat di sebuah pondok, kondisi korban melemah, sehingga saksi melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Embacang Permai,” terang dia.

Dan oleh Kades, mengajak tim medis ke pondok dimana korban berada. Saat diperiksa, jantung korban sudah berhenti berdenyut. Lalu korban dibawa ke Puskesmas Kerta Mukti, dan dinyatakan meninggal dunia.

“Kini pelaku berikut barang bukti berupa 1 buah cangkul kecil bergagang kayu diamankan di Polsek Mesuji Raya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda