Alhamdulillah, Jembatan Way Mesuji Sudah Bisa Dilewati

3356

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Kabar gembira bagi pengendara yang ingin melintas di Jembatan Way Mesuji yang beberapa waktu lalu amblas. Karena, meski baru taraf ujicoba setelah selesai diperbaiki, jembatan penghubung Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung tersebut kini bisa dilintasi, Selasa (2/7/2019) sore.

Sekira pukul 16.00 Wib, peresmian dan pembukaan sementara jembatan yang berada di perbatasan Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumsel ini, telah dilakukan oleh pemerintah setempat dan aparat terkait.

Dihadiri oleh Kasat Lantas Polres Mesuji AKP Fadli, Kapolsek Mesuji Polres OKI AKP Darmanson, Sekcam Mesuji Akmar Junaidi, PU Jasa Marga Lampung Ir. Irfin Lubis berikut karyawannya, juga dihadiri pihak Balai Besar dan Dinas PU Provinsi Lampung serta masyarakat sekitar dua kabupaten.

“Memang sudah dapat dilewati oleh kendaraan pribadi dan untuk kendaraan jenis truk angkutan dengan kapasitas muatan tidak melebihi 20 ton,” ungkap Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Mesuji AKP Darmanson.

Dengan bukanya jembatan tersebut, masih katanya, sempat terjadi antrian panjang kendaraan, karena banyaknya sopir yang sudah menginap di rumah – rumah makan dalam 3 pekan terakhir, sehingga dilakukan secara buka tutup satu arus guna antisipasi kemacetan dan kapasitas tonase kendaraan.

“Untuk pengamanan arus lalin dan antisipasi pungli, anggota Polsek Mesuji di-standby-kan di lokasi pangkal jembatan, dan begitu juga sebaliknya personel dari Mesuji Lampung juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas pasca dibukanya jembatan penghubung tersebut,” ujar dia.

Camat Mesuji Ogan Komering Ilir Muchlis juga memastikan jika jembatan sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Untuk pekerjaan pemasangan plat, double T dan pengerasan telah rampung. Juga penyambungan landasan, jadi kendaraan roda empat sudah bisa melintas,” jelas Camat Mesuji Muchlis.

Muchlis menyebut, pengerjaan jembatan putus dilakukan pihak Balai Jalan PUPR Sumsel dan Lampung. Ini karena lokasi jembatan putus sebagai penghubung di lintas timur Sumatera.

Tidak hanya itu, jembatan putus sendiri diketahui merupakan jembatan tua, dan di sisi kanan sudah dibangun jembatan baru. Namun jembatan baru itu belum selesai pengerjaannya.

“Yang putus jembatan lama, kalau untuk yang baru belum selesai. Posisinya sekarang longsor dan tidak dapat dilalui, itulah kita jadikan untuk jembatan darurat mobil kecil dan motor,” ucap Muchlis.

Mulai operasionalnya jembatan itu, disambut gembira para pengemudi fuso yang sudah dua pekan menunggu jembatan diperbaiki sejak putus total tanggal 17 Juni silam.

Ardi, salah seorang sopir truk mengaku sudah merugi cukup banyak akibat rusaknya jembatan.

“Sebagian besar ada yang akhirnya memutar ke lintas tengah setelah sebelumnya menunggu hingga sepekan lamanya. Biaya selama menunggu sangat besar, namun jika kami ke lintas tengah, biayanya juga pasti tinggi,” jelas dia.

Ia mengaku bersyukur jembatan antar provinsi ini kini bisa dilewati. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda