Akselerasi Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru, BI Lampung Gelar Lasef 2026

20

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menggelar Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema ‘Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

LaSEF 2026 menjadi langkah strategis Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto mengatakan, penyelenggaraan LaSEF 2026 bertujuan mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.

“Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendorong sektor riil dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Bimo.

LaSEF 2026 mengusung tiga program utama, yakni:

  • Perluasan implementasi halal value chain, melalui Halal Mart, pameran UMKM, serta pelatihan kapasitas berupa sertifikasi halal dan pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA).
  • Optimalisasi pembiayaan syariah, melalui business matching pembiayaan serta edukasi pengelolaan zakat dan wakaf produktif di era digital.
  • Penguatan literasi dan halal lifestyle, melalui tabligh akbar, berbagai talkshow edukatif seperti filantropi digital dan investasi syariah, serta lima kompetisi besar, yakni Halal Chef, Nasyid, Dakwah, Barista, dan Sharia Economic Battle.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan MT, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian serta mendukung investasi di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Menurutnya, di tengah tantangan iklim El Nino pada triwulan II 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik inisiatif Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi Bank Indonesia Lampung bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

“Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang terus mengalir sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani,” ujar Mulyadi.

Lebih lanjut, sektor ekonomi syariah diharapkan menjadi motor penggerak baru perekonomian Lampung yang pada triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,58 persen (year on year).

Dengan jumlah penduduk mencapai 9,4 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, Lampung dinilai memiliki potensi besar untuk mentransformasi ekonomi umat dari basis konsumsi menuju kemandirian produksi.

Pemanfaatan jaringan lebih dari 1.000 pondok pesantren serta penguatan sektor riil, seperti industri pengolahan daging dan rumah potong hewan (RPH), dinilai mampu membuka peluang Lampung menembus pasar halal global.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa program-program dalam LaSEF 2026 sejalan dengan target prioritas daerah dalam RPJMD, di antaranya percepatan sertifikasi halal, peningkatan proporsi aset perbankan syariah terhadap PDRB, serta penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN).

Melalui sinergi tersebut, ekosistem ekonomi syariah di Lampung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menjadi kekuatan nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. (*)

Bagaimana Menurut Anda