1 Orang PDP di OKI Dinyatakan Meninggal Dunia

481

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Walau sempat dirawat di ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI), 1 dari 3 pasien dalam pemantauan (PDP) dinyatakan meninggal dunia.

Pasien PDP yang meninggal dunia ini ialah seorang laki-laki dewasa berasal dari Desa Awal Terusan Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan.

Perwakilan pihak Humas RSUD Kayuagung, Nelly, membenarkan salah satu pasien berstatus PDP tersebut meninggal dunia tadi pagi, Selasa (14/7/2020).

“Iya pasien yang meninggal hari ini hasil swabnya belum keluar, jadi pasien masih dalam status PDP dan baru akan keluar beberapa hari kedepan,” katanya.

Dijelaskannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, selain itu juga jenazah harus dibungkus plastik, dan dimasukan ke dalam peti.

“Tadi petugas kami dengan memakai APD lengkap sudah melakukan pemulasaran jenazah, sedangkan petugas yang memakamkan berasal dari Tim Gugus Tugas Kabupaten OKI,” jelasnya.

Pasien meninggal dunia tersebut telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Sebenarnya kalau menuruti aturan tidak boleh jenazah dimakamkan di luar pemakaman khusus pasien Covid-19, tetapi karena permintaan pihak keluarga dan pihak pemerintah desa maupun tim gugas yang telah membuat surat pernyataan, makanya jenazah dibawa pulang untuk segera dimakamkan di pemakaman umum di desa tersebut,” ungkap seraya menambahkan, namun tetap memakai protokol kesehatan dan jarak pelayat harus lebih 200 meter.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan, selama 2 bulan terakhir sudah ada 7 orang asal Kabupaten OKI yang dimakamkan dengan protokol Covid-19, dimana 3 diantaranya negatif, 3 positif dan 1 terakhir masih menunggu hasil swab.

Ditambahkan Listiadi, seharusnya walaupun saat ini Kabupaten OKI menuju new normal, namun potensi penyebaran Covid-19 masih tinggi.

“Kita tahu semakin lama angka penyebaran disini semakin menurun, walaupun demikian kita jangan lengah karena sewaktu-waktu jumlah pasien dapat meledak (meningkat-red). Maka dari itu masyarakat harus tetap mematuhi imbauan pemerintah dalam mengikuti protokol kesehatan,” pungkas Kepala dinas BPBD OKI tersebut. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda