Sebelum Panggil Pemain, Manajemen Sriwijaya FC Tunggu Kepastian Kompetisi Bergulir

42

PALEMBANG, BERITAANDA – Usai terhentinya Liga 2 Indonesia yang diakibatkan tragedi di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu yang lalu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) kini mulai membuat susunan jadwal pertandingan lanjutan untuk Liga 2 Indonesia.

Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC (SFC) bakal melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan PT LIB sebelum memanggil semua pemain kembali berlatih di Palembang.

“Komunikasi ini akan membahas bagaimana sistem yang akan diberlakukan, termasuk teknis penonton, apakah dilakukan larangan penonton,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sebagai pengelola SFC, Faisal Mursyid, Selasa (13/12/2022).

Menurut dia, semua klub Liga 2 berkeinginan untuk berkomunikasi dahulu dengan PT LIB terkait kepastian pelaksanaan kompetisi. Meski kelanjutan Liga 1 sudah berlangsung.

“Kita ini bagaimana ke depannya, seperti apa yang sudah dilaksanakan pada saat awal Liga 1. Ada pertemuan meeting antara klub-klub dengan PT LIB,” terangnya.

Faisal menyampaikan, skuad Laskar Wong Kito akan memperhatikan informasi kongkrit dari surat atau hal yang bersifat tertulis dari pihak Liga dan PT LIB terkait kapan Liga 2 kembali dimulai. “Karena mungkin hampir seluruh klub Liga 2 ini sekarang sedang latihan. Mereka juga ingin kejelasan sejauh mana Liga 2 ini,” jelas dia.

Selain kejelasan jadwal, klub-klub Liga 2 juga membutuhkan kepastian sistem berlaku. Seperti teknis akan sama dengan Liga 1 atau sama dengan sistem yang sudah berjalan, home and away. “Karena kita ketahui bahwa tidak semua stadion Liga 2 ini memenuhi syarat kelayakan keselamatan penonton,” sambungnya.

Faisal mengaku tim berusaha optimis dengan pelaksanaan kompetisi lanjutan Liga 2. Namun di satu sisi klub harus menerima informasi yang kongkrit terkait keberlangsungan pertandingan.

“Kami berupaya berkomunikasi dengan teman-teman klub di Sumatera dan di Jawa, soal kongkritnya kapan Liga 2 ini dilaksanakan. Kemudian tujuan berkomunikasi dengan PT LIB adalah untuk memastikan sistem yang diterapkan. Sebab dari surat terakhir tim hanya menerima sosialisasi peraturan kepolisian yang terbaru. Setelah itu masalah stadion, kita masih memakai stadion yang lama, stadion atletik dalam JSC Palembang. Informasi sampai sebatas itu saja,” pungkasnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda