Potensi Lahan Pertanian Jagung dan Padi di Sekadau Tinggi

491

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Di tengah maraknya isu mafia pangan dan impor jagung serta beras secara nasional, ketersediaan beras dan jagung pipilan di Kabupaten Sekadau tetap mencukupi dari hasil produksi petani.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui Kabid Keuangan Pangan dan Holtikultura, Kosmas, kepada BERITAANDA menyatakan bahwa sampai dengan saat ini pertanian jagung jika dilihat dari luas tanam berjumlah 5.982 hektare dengan hasil produksi yang baik.

“Pada tahun 2016 sebesar 6.631 ton, dan tahun 2017 sebanyak 1.562,3 ton, serta angka sementara tahun 2018 sebanyak 11.837 ton,” terang Kosmas di ruang kerjanya, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan Kosmas, produksi jagung di tingkat petani rata-rata dalam kategori panen muda. Sebagian jagung pipilan kering untuk konsumsi pakan ternak dan sebagian dijual ke pedagang di pasar.

Potensi jagung di Kabupaten Sekadau sampai saat ini dalam kategori sangat baik, dan pasaran jagung di pedagang juga dalam harga yang baik pula dengan kisaran harga Rp4.500/Kg sampai dengan Rp5.000/Kg.

“Harga jual pedagang tentunya di atas harga beli dari petani,” tambah Kosmas.

Sedangkan mengenai luas lahan tanam sawah dan lahan kering di Kabupaten Sekadau pada tahun 2016 seluas 16.434 hektare, tahun 2017 seluas 17.910 hektare dan tahun 2018 seluas 20.148,9 hektare.

“Pertanian padi di kabupaten kita sampai dengan saat ini dalam kategori cukup, bahkan surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” aku Kosmas.

Meski demikian, Kosmas mengakui untuk hasil panen padi petani pada tahun 2018 belum dapat dihitung secara rinci. Namun dilihat dari lahan, dapat diukur dengan luas lahan 19.78,2 hektare dengan prediksi angka 48,77 ton.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM, Jihon menyatakan, berdasarkan data perkiraan, stok pasokan pangan kebutuhan pokok di Kabupaten Sekadau selama tiga bulan terhitung November 2018 sampai Februari 2019, untuk jenis pangan beras stok pasokan berkisar 1.249 ton/bulan.

“Kebutuhan di masyarakat 1.136 ton/bulan, dan prognosa kebutuhan selama 3 bulan sebanyak 4.336 ton,” tukasnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda