Polda Lampung Ungkap Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur

393

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Direktorat Reserse Krminal Umum Polda Lampung berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung yang terjadi pada Rabu (29/1/2020) silam.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Direskrimum AKBP M. Barly Ramadhani dan Kasubbid Penmas Kompol Zulman Topani saat menggelar konfrensi pers, Senin (10/2/2020), di Graha Wiyono Siregar Mapolda Lampung.

Selanjutnya dijelaskan dia, bahwa berdasarkan laporan polisi dari pihak keluarga korban pada 31 Januari 2020, kedua tersangka yakni AR (22) dan DS (20) berhasil diamankan oleh Tim Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Keduanya mengaku telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur dengan korbannya ED.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan, tersangka AR mengaku telah berhubungan dengan korban dalam waktu dan tempat yang berbeda, dan dari hasil visum telah ditemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga kedua tersangka dapat diamankan.

“Pasal yang disangkakan kepada para tersangka Pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (1) UUD RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman sesingkat – singkatnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda 5 miliar rupiah,” terang Kabid Humas.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah pakaian korban dan hasil pemeriksaan visum et repertum.

Kemudian kasus lainnya adalah pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh penjaga Masjid Taqwa Bhayangkara berinisial HC (32) pada ketiga korban, MA, MH, dan NI yang terjadi Sabtu (31/1/2020), dengan modus berpura – pura menanyakan kepada para korban, apakah sudah dikhitan. Tetapi tersangka tetap meminta korban untuk membuka celananya.

“Tersangka mengakui perbuatan yang telah dilakukan, dan tersangka mengakui bahwa mempunyai kelainan seksual, yaitu melakukan hubungan dengan anak laki – laki di bawah umur. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan pakaian seragam celana putih dan pakaian seragam celana merah putih,” tambah Kabid Humas.

“Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Jo Pasal 82 Ayat (1) tentang perubahan atas UU RI Nomor 35 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman seringan – ringannya 5 tahun, paling lama 15 tahun ditambah sepertiga ancaman hukuman dan denda 5 miliar rupiah sudah menanti bagi tersangka HC,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda