Pemilihan Anggota BPD Desa Tanjung Karang Diduga Ada Kecurangan

746

SUNGAI PENUH-JAMBI, BERITAANDA – Mencuat dugaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Karang Kecamatan Tanah Kampung Provinsi Jambi terjadi praktek kecurangan yang dilakukan oleh pihak panitia.

Seperti yang diungkapkan Syafral, salah satu peserta calon BPD Tanjung Karang. Ia mengatakan, pihak panitia telah melanggar peraturan Walikota Sungai Penuh tahun 2019 tentang pemilihan BPD Pasal 13 Ayat 2 dan 3.

Dijelaskan Syafral, pihak panitia tidak menyediakan bilik suara dalam pemilihan anggota BPD pada tanggal 5 Oktober 2019 tersebut, sehingga panitia bebas mengintervensi pemilih untuk memilih salah satu calon yang dikehendakinya.

“Waktu melaksanakan pemilihan BPD, panitia tidak menyediakan bilik suara. Kepala desa hadir setelah selesai pemilihan. Tidak ada musyawarah dengan masyarakat untuk pemilihan BPD itu, dan panitia juga tidak melibatkan pihak keamanan,” ungkap Syafral, Jumat (15/11/2019).

Bukan itu saja, lanjut Syaral, bagi warga yang tidak bisa hadir maka diwakilkan kepada warga lainnya untuk mencoblos salah satu calon BPD Dasa Tanjung Karang. Seperti warga yang bernama Matrusmin dan Busri, keduanya tidak hadir.

“Sedangkan ada warga lain yang juga tidak bisa hadir, namun pihak panitia tidak mengizinkan untuk diwakili, seperti Pasiman Juni. Mungkin dia (Pasiman Juni) dianggap tidak menguntungkan salah satu calon. Padahal menurut peraturan pemilihan, tidak boleh diwakili pada orang lain untuk menentukan pemilihan,” ucap Syafral.

Menurut Safral lagi, kami menganggap pemilihan BPD Desa Tanjung Karang kemarin adalah cacat hukum.

“Untuk pemulihan kepercayaan masyarakat, perlu diadakan pemilihan suara ulang (PSU), agar desa kami tetap aman dan damai sesudah pemilihan,” tutup syafral.

Sementara Hakim selaku Pjs Kades Desa Tanjung Karang saat dihubungi oleh awak media via telepon seluler bernada tidak aktif. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda