Megahnya Ngaben Massal Balinuraga, Tradisi Suci Terbesar di Indonesia yang Menghidupkan Desa dan Merekatkan Ikatan Keluarga

8

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Ribuan masyarakat memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, pada puncak pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal, Jumat (7/8/2026). Prosesi sakral yang dikenal sebagai salah satu Ngaben Massal terbesar di Indonesia itu kembali berlangsung khidmat sekaligus megah, menjadi simbol kuat pelestarian tradisi Hindu yang telah diwariskan lintas generasi.

Di tengah lautan warga yang mengiringi bade menuju setra (tempat kremasi), Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir menyaksikan langsung jalannya prosesi. Kehadirannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi Pemkab Lampung Selatan, Ngaben Massal Balinuraga bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga aset budaya yang memperkaya keberagaman sekaligus memperkuat jati diri daerah. Tradisi ini dinilai menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur, gotong royong, dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju Setra sebagai rangkaian puncak pelaksanaan Ngaben Massal.

Turut mendampingi Bupati Egi, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, para tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Egi mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai konsisten menjaga sekaligus mewariskan adat dan budaya. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara masyarakat.

“Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Bupati Egi.

Ia menegaskan, Ngaben Massal tidak hanya menjadi prosesi adat dan keagamaan, tetapi juga simbol persatuan keluarga besar masyarakat Hindu. Hal itu terlihat dari hadirnya keluarga peserta upacara yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Egi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa.

“Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa menjelaskan, Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan didukung sekitar 500 panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga puncak acara.

Menurut Made Sugriwa, penyelenggaraan Ngaben Massal tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan 15.000 hingga 16.000 orang memadati Desa Balinuraga, sehingga turut menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada masa mendatang didukung dengan penataan yang semakin baik, terutama dalam penyediaan fasilitas bagi tamu dari luar daerah. Tingginya antusiasme masyarakat, menurutnya, menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan ke tingkat yang lebih luas.

Pelaksanaan Ngaben Massal Balinuraga kembali menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menjadi identitas Kabupaten Lampung Selatan. Melalui tradisi yang tetap lestari, masyarakat tidak hanya menjaga nilai-nilai spiritual, tetapi juga memperkuat persaudaraan, menggerakkan ekonomi lokal, serta membuka peluang pengembangan wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Kmf)

Bagaimana Menurut Anda