Marinir Diperintahkan Selalu Jaga Netralitas dalam Pemilu dan Jauhi Narkoba

531

JAKARTA, BERITAANDA – Tidak lama lagi yaitu pada 17 April 2019, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, pemilihan presiden dan legislatif yang akan digelar secara serentak di seluruh tanah air. Sesuai dengan amanat undang-undang bahwa TNI tidak memiliki hak pilih dan harus tetap menjaga netralitas.

“Oleh itu diperintahkan agar seluruh prajurit Korps Marinir dan pegawai negeri sipil di lingkungan Korps Marinir agar tidak terlibat secara praktis dalam kegiatan pemilu,” demikian salah satu penekanan Kepala Dinas Provost Marinir Kolonel Marinir Aris Budiadi, SPI MM dalam upacara bendera hari Senin (21/1/2019), di lapangan apel Markas Komando Korps Marinir Kwitang Jakarta Pusat.

“Kita harus juga berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam berfoto sendiri (selfi). Jangan menggunakan salam atau isyarat jari yang mengarah kepada salah satu pasangan calon (paslon). Hal ini sangat penting untuk menjaga netralitas kita sebagai TNI. Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan terpancing dengan kabar bohong (hoax) yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekarang informasi begitu mudah masuk ke kita, waspadai hal ini,” tegas Kadisprov Kormar.

“Masalah lain yang perlu mendapat perhatian serius adalah narkoba. Peredaran narkoba saat ini menyerang seluruh lapis masyarakat. Bagi Korps Marinir jelas sanksinya yaitu pecat dengan tidak hormat (PDTH). Untuk itu jauhi, jangan sampai menggunakan apalagi jadi pengedar. Ingat keluarga kalian.  Jangan tergiur iming-iming atau tawaran yang menggiurkan. Percayalah itu semua akan menghancurkan hidup kita,” tambahnya.

Kadisprov Kormar juga menegaskan, narkoba merupakan penghancur generasi bangsa. “Mari kita bersama-sama memerangi narkoba. Bentengi diri dan keluarga kita masing-masing. Sekali lagi jangan pernah bersentuhan dengan narkoba,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda