Laporan Banyak ‘Mandek’, Massa Gempita Buang Es Balok di Depan Pagar Kejaksaan Negeri Gunungsitoli

1245

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Tanah Air (Gempita) melakukan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, untuk mempertanyakan beberapa kasus yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan, Kamis (28/11/2019).

Aksi damai yang dikawal pihak kepolisian dimulai pukul 15.00 Wib, dipimpinan oleh Ketua LSM Gempita Kepulauan Nias Sabarman Zalukhu.

Dalam orasinya Sabarman Zalukhu menyampaikan, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli di bawah kepemimpinan Futin Helena Laoli sangat memprihatinkan, karena banyak laporan masyarakat yang sampai saat ini ‘mandek’ atau diduga dipeti-es-kan.

Beberapa laporan masyarakat di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang sampai saat ini belum terungkap antara lain kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit karet di Dinas Pertanian Kabupaten Nias bersumber dari APBD Kabupaten Nias tahun 2016. Kemudian, kasus dugaan korupsi pada pekerjaan pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Nias Barat bersumber dari APBD Kabupaten Nias Barat tahun 2016 dan masyarakat, LSM terkait dugaan korupsi pada pengelolaan dana desa, serta informasi desa fiktif di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

“Sejak dilantik April 2018, belum ada satupun kasus korupsi yang mampu diungkap oleh Futin Helena Laoli. Kami sebagai kontrol sosial berkewajiban mengingatkan Kejari Gunungsitoli agar tidak lamban dan berdiam diri atas semua laporan masyarakat itu,” jelas dia.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka massa Gempita akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih banyak,” ujar Sabarman Zalukhu lagi.

Mewakili Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Kasi Pidum Alexander Siagian menyampaikan bahwa Kajari berserta Kasi Pidsus sedang berada di Medan dalam rangka perjalanan dinas. “Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ujarnya.

Pantauan BERITAANDA, massa Gempita membawa es balok dan membuangnya di depan pagar Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sebagai tanda banyak laporan masyarakat yang diduga dipeti-es-kan. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda