Keberadaan Vihara Satya Maitreya Bisa Merajut Hubungan Lintas Agama yang Lebih Kuat

156

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menghadiri acara peresmian purnapugar serta perayaan HUT ke-55 dan Vihara Satya Maitreya, bertempat Vihara Satya Maitreya Jl. Kabaupaten No. 2 Kecamatan Perbaungan, Ahad (3/11/2019).

Bupati berharap agar vihara ini bukan hanya sebagai tempat ritual, namun menjadi tempat pendidikan dan pengembangan mental spiritual umat Buddha, serta pelayanan umat yang peduli kepada lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kedepannya, vihara ini dapat memberi manfaat yang besar, yang tak sekedar hanya kepada umat Buddha saja, namun bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat sehingga dapat menjadi pemersatu bangsa,” jelas dia.

Lanjut dia, keberadaan Vihara Satya Maitreya hendaknya dapat berkontribusi terhadap partisipasi sekaligus kesadaran umat dalam merajut hubungan lintas agama yang lebih kuat.

“Kita memiliki harapan besar serta cita-cita bersama bahwa tempat peribadatan seluruh agama terus berkembang dan mengajarkan umatnya untuk menciptakan kerukunan dalam bangsa dan negara. Vihara ini selain sebagai tempat ibadah juga dapat menjadi wisata rohani yang lebih memiliki banyak manfaat bagi banyak orang. Dengan menjadikan tempat ibadah sebagai wisata rohani, maka akan menambah peningkatan perekonomian sekaligus menjadikan tempat ibadah lebih sejahterah,” jelas bupati.

Sementata Pembina Buddha Kanwil Kemenag Sumut Budi Sulistyo menyebutkan, seiring dengan perjalanan waktu, Vihara Satya Maitreya yang terus mengalami perkembangan dan peningkatan jumlah umat secara signifikan, sehingga sarana dan prasarana kurang memadai.

“Dilakukan purnapugar ini, sehingga mengalami perubahan dan penampilan wajah baru. Kedepannya vihara ini diharapkan dapat semakin berkiprah untuk terus memberikan pelayanan, pengabdian, dan pembinaan kepada umat Buddha. Kami mengharapkan kehadiran rumah ibadah dapat menjaga kerukunan umat beragama, khususnya kerukunan internal umat Buddha dalam kehidupan. Sebagai pilar dan dasar untuk kita jalani kehidupan yang rukun dan harmonis, sekaligus mendukung program pemerintah dengan mematuhi aturan-aturan yang ada,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda