Kasus Korupsi di Disdik Lamsel Berhasil Dibongkar Polda Lampung

423

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan 3 tersangka pada pengadaan peralatan olahraga SD di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tahun anggaran 2016 lalu sebesar Rp2,3 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra, Selasa (2/7/2019), di Mapolda Lampung.

Ketiga tersangka yakni Y yang berstatus PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan selaku pejabat PPK (pejabat pembuat komitmen), tersangka ZR yang merupakan rekanan pemilik modal, dan tersangka NM selaku wakil direktur dari CV Mika Karisma.

Untuk diketahui, modus operandi dari pada para tersangka adalah, dimana tersangka Y diduga telah menerima sejumlah uang setoran sebesar Rp460 juta dari tersangka ZR, sebelum pelaksanaan lelang terbuka dimulai.

Setelah uang diterima, ketiga tersangka secara bersama-sama mengatur jalannya proses pelelangan terbuka, dengan maksud agar dimenangkan oleh salah satu perusahaan pelelangan yang telah disiapkan oleh tersangka NM, yakni CV Mika Karisma.

Selama proses penyidikan, tersangka NM sempat melarikan diri, dan dari pihak Polri telah menerbitkan DPO pada tanggal 28 Desember 2018.

Selanjutnya, penyidik KPK dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung berhasil menemukan dan melakukan penangkapan tersangka MN di tempat persembunyiannya di Serpong, Tangerang Selatan pada Ahad (5/5/2019).

Berdasarkan bukti-bukti permulaan yang cukup, ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

“Saat ini berkas penyidikan perkara sudah lengkap (P21), dan para tersangka serta barang bukti akan kami serahkan ke penuntut umum hari ini juga, untuk dilakukan proses persidangan,” pungkas Kabid Humas. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda