Jarot Nampak Terkejut, Teh Bisa Tumbuh Subur di Dataran Rendah

1453

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH meninjau lahan percontohan atau demplot (demontration plot) teh yang merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Solidaridad serta Keling Kumang Grup di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Senin (22/7/2019). Sekaligus berdialog di lokasi kebun teh tersebut.

Tampak bersama Bupati pada peninjaun itu Harry Hendrarto dari Indonesia Tea Marketing Association (ITMA), Country Manager Solidaridad Kulbir Mehta, pengurus MG Keling Kumang Grup, jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Forkopimcam Sepauk dan pihak terkait lainnya.

Jarot mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sintang sangat memberikan dukungan adanya lahan percontohan atau demplot teh di Desa Sepulut tersebut. Dirinya pun terkejut ketika melihat teh yang di tanam di lahan milik salah satu warga Desa Sepulut ini tumbuh dengan subur.

“Saya terkejut pas datang tu liat teh yang di tanam ni tumbuh subur, karena dulu kita waktu kecil bah nonton di televisi kan yang namanya kebun teh tu kan di gunung-gunungkan, ni rupanya di dataran rendah pun bisa tumbuh subur gini,” kata Jarot.

Oleh karenanya, menurut Jarot, teh tersebut perlu dan bisa dikembang di daerah lain di Kabupaten Sintang. Karena di Sepulut saja tanaman teh itu bisa tumbuh subur, terlebih juga jika ditanam di daerah lain, maka bisa diprediksikan akan memiliki potensi yang cukup besar.

“Itu di Sepulut, apalagi kalau nanamnya di kaki Keburau, di Belubuk juga kita tanam, sekitaran bukit Saran, bukit Kujau, Condong, di Kelam misalnya, mungkin lebih subur lagi,” ungkap Jarot.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Veronica Ancili mengatakan, bahwa uji coba tanaman teh ini dimulai dari demplot. Dan melihat di Desa Sepulut ini tehnya tumbuh subur, maka selanjutnya akan ditanam juga demplot teh ini di daerah lain, seperti di Kecamatan Kelam Permai salah satunya.

“Kita melihat potensinya cukup baik, ini demplot ya atau percontohan, melalui demplot ini juga ya kita lakukan sebagai wadah sosialisasi ke masyarakat bahwa ada komoditi baru yang bisa dikembangkan di Kabupaten Sintang,” ungkap Veronica.

Veroninca berharap, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sintang, tanaman teh ini nantinya juga bisa memenuhi suplai teh yang memang selama ini terjadi kekurangan di Indonesia.

Sementara itu Country Manager Solidaridad, Kulbir Mehta mengatakan, teh yang ditanam di Desa Sepulut ini jenis teh upasi sembilan, yang merupakan teh khusus untuk dataran rendah.

Kata dia, bibitnya di bawa dari Jawa Tengah, namun teh ini berasal dari India Selatan yang dibawa ke Jawa Tengah sejak 20 tahun lalu untuk dikembangkan. Sementara untuk di Kabupaten Sintang baru diperkenalkan tahun 2019 di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk.

“Total yang ditanam disini ada 80 pokok teh, namun yang jadi atau tumbuh subuh sekitar 50 pokok, dan tadi kita dialog dengan pak bupati bahwa teh ini akan dikembangkan di daerah lain di Kabupaten Sintang,” ujar Kulbir. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda