Hoax, Seorang Remaja 16 Tahun di Sidimpuan Positif Covid-19

227

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Masyarakat Kota Padangsidimpuan dibuat geger dengan adanya peredaran foto nota pemeriksaan salah satu laboratorium ternama yang menyatakan salah seorang warga positif terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19) pada Rabu (25/3/2020).

Foto nota pemeriksaan yang belum terkonfirmasi kebenarannya itu beredar cepat di media sosial grup WhatsApp. Sehingga membuat geger dan resah masyarakat Kota Padangsidimpuan.

Adapun foto nota pemeriksaan itu memuat isi tentang seorang remaja berusia 16 tahun warga Kecamtan Padangsidimpuan Utara dinyatakan positif Covid-19. Nota itu diterbitkan tanggal 25 Maret 2020 oleh dokter MRH dan berkop surat LKP.

Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padangsidimpuan, dipastikan foto nota pemeriksaan LKP tersebut hoax (palsu atau editan).

Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Ali Ibrahim Dalimunthe dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/3/2020), mengaku telah mendatangi langsung kantor LKP di Padangsidimpuan.

“Setelah mendapati foto itu lewat pesan WA, kita analisa dan menemukan kejanggalan. Antara lain tanggalnya yang bertepatan dengan hari libur nasional atau tanggal merah,” jelasnya.

Selanjutnya Ketua Gugus Tugas mengkonfirmasi perihal tersebut ke pihak LKP. Dari sanalah diketahui bahwa foto yang beredar itu adalah palsu dan hasil editan.

Karena peredaran foto nota pemeriksaan palsu itu sudah sangat meresahkan warga, Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 membuat laporan polisi ke Polres Padangsidimpuan. Hanya saja belum bisa diterima karena barang bukti belum valid.

Meski demikian, Polres Padangsidimpuan juga telah bergerak melakukan penyelidikan sebelum adanya pelaporan dari Gugus Tugas PP Covid-19. Informasinya, sejumlah pelajar dan orang tua telah dimintai keterangan di kantor polisi.

Informasi lainnya, foto nota pemeriksaan LKP itu dipalsukan seseorang dengan maksud sebagai bahan candaan diantara sesama teman sekolahnya. Namun foto hasil editan yang awalnya untuk konsumsi internal itu ‘bocor’ dan menyebar ke masyarakat luas, hingga menimbulkan keresahan di tengah mewabahnya virus corona.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait peredaran foto nota pemeriksaan palsu ini. Termasuk mencari siapa yang membuat atau mengedit dan menyebarkannya.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution sangat menyesalkan kejadian ini. Sebab, corona ini epidemi yang tidak pantas untuk dijadikan candaan.

“Ribuan nyawa telah menjadi korban di seluruh dunia, Covid-19 ini benar adanya. Tolong jangan dianggap sepele dan apalagi dijadikan bahan candaan,” pintanya.

Kepada seluruh orang tua dimohon untuk benar-benar mengawasi anaknya. Demikian juga para tenaga pendidik atau guru, diminta agar lebih mempertajam pembelajaran seputar bahaya Covid-19 ini kepada anak didiknya.

“Pemkot Padangsidimpuan sejak kemarin telah memperketat upaya pencegahan masuk dan bekembangnya virus corona di kota ini. Tolong bantu kami, minimal dengan cara tidak memperkeruh suasana,” harap Irsan.

Terakhir, ditegaskannya, hingga kini belum ada seorangpun warga Padangsidimpuan yang positif terpapar Covid-19. Semua diharap tenang dan ikut membantu pemerintah menjaga kota ini dari paparan Corona. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda