Elliyati Sesalkan Ujaran Fraksi ‘Bangku Tempel’ di DPRD Sidimpuan

899
Ketua Fraksi Gabungan DPRD Padangsidimpuan, Hj. Elliyati.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kota Padangsidimpuan, Hj. Elliyati menilai, sebutan fraksi ‘bangku tempel’ yang dialamatkan salah satu unsur pimpinan di DPRD setempat kepada fraksi yang dipimpinnya sudah sangat menciderai.

“Efek ucapan seperti demikian itu telah menciptakan ketersinggungan yang luar biasa bagi kami, khususnya 4 anggota dewan yang ada di dalamnya,” katanya, Rabu (13/11/2019), menyikapi adanya gonjang-ganjing sebutan fraksi ‘bangku tempel’ di DPRD Sidimpuan.

Bahkan, lanjut dia, sebutan itu menjurus kepada mencemarkan nama baik partai yang keberadaannya diakui dan memiliki legal standing di lembaran negara. Di Fraksi Gabungan DPRD Sidimpuan atau dikenal Fraksi Persatuan Bintang Kebangkitan sendiri, diisi oleh 3 partai, yaitu PPP, PBB, dan PKB.

Elliyati merasa, ucapan seperti itu tidak sepantasnya diucapkan oleh anggota dewan yang terhormat selaku panutan masyarakat. Apalagi, fraksi gabungan di kedewanan jelas sekali mempunyai landasan peraturan yang mengikat dan bukan asal disematkan begitu saja.

“Tak eloklah ucapan seperti itu. Namun, terkecuali bila yang mengucapkan hal semacam itu memang orang yang tidak paham akan PP 12 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) provinsi, kabupaten, dan kota,” ujarnya.

Pada kenyataannya, kata Elliyati lagi, seluruh anggota yang ada di lembaga DPRD Padangsidimpuan mempunyai kedudukan, kewajiban, dan hak yang sama. Kalaupun ada, hanya terbatas di perbedaan posisi saja, yaitu antara anggota DPRD dan pimpinan DPRD.

Dia pun berharap, kepada pihak atau oknum yang mengucapkan sebaiknya menarik kembali kalimat yang sangat menohok tersebut. Karena, sekalipun di alam demokrasi, perilaku semacam itu justru hanya akan mencoreng nama baik lembaga DPRD Padangsidimpuan.

Diketahui, istilah Fraksi ‘Bangku Tempel’ ini beredar luas di kalangan wartawan usai mencuatnya cemoohan salah satu pimpinan DPRD Sidimpuan ketika rapat berlangsung antara pimpinan dewan dengan pimpinan fraksi. Lazim saling adu pendapat, ada yang keceplosan.

“Ibaratnya naik bis penumpang, fraksi gabungan itu berada di bangku tempel”, demikian ucapan dari salah satu mereka seakan menganalogikan keberadaan fraksi gabungan di DPRD Sidimpuan. Sayangnya, tidak diketahui secara pasti siapa oknum yang berujar. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda