Dalam Rangka Syiar Ramadhan, Bupati Sintang Buka Lomba Kaligrafi

249

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH membuka kegiatan lomba kaligrafi tingkat SMP/MTs, SMA/MA/SMK, perguruan tinggi dan umum kategori putra/putri se-Kabupaten Sintang, di Rumah Adata Melayu (RAM) Tepak Sireh Jalan JC. Oevang Oeray Sintang, Kamis (30/5/2019) pagi.

Dengan jumlah peserta 25 orang terdiri dari 15 putra dan 10 putri, kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Sintang dalam rangka syiar Ramadhan melalui program Ramadhan for us.

Ketua panitia, Tafsir mengatakan, lomba kaligrafi ICMI Orda Sintang ini didasari pemikiran untuk ikut serta melaksanakan penguasaan literasi Alquran, khususnya dalam hal kemampuan menulis indah ayat-ayat Alquran, dan bertujuan untuk menyediakan ruang minat dan bakat generasi muda muslim serta menyaring kader-kader penulis kaligfari di Kabupaten Sintang untuk dipersiapkan berkompetisi di event tingkat provinsi bahkan nasional.

“Jenis yang dilombakan yakni khiasan musaf dengan tulisan naskhi, dan lomba ini hanya dilaksanakan hari Kamis (30/5/2019) dari pukul 09.00 Wib – 16.00 Wib, langsung nanti pembagian hadih kepada para juara berupa trofi, uang pembinaan dan sertifikat. Sementara untuk dewan juri berjumlah dua orang,” kata Tafsir.

Ketua ICMI Orda Sintang Kurniawan mengatakan, bahwa dalam rangka menyampaikan syiar Ramadhan ini, ICMI Orda Sintang telah melalukan berbagai kegiatan melalui program Ramadhan For Us. Seperti tali asih Ramadhan, silaturahmi masjid, Ramadhan on campus dan lomba kaligrafi untuk komunitas anak muda Islam yang mencintai seni kaligrafi.

Khusus untuk lomba kaligrafi ini, dijelaskan Kurniawan, bahwa ICMI menyadari bahwa ada keterkaitan yang sangat erat antara proyek seni dengan aktivitias keintelektualan.

“Keterkaitan itu terlihat dari nalar dan kreativitas, seni membutuhkan nalar dan kreativitas yang tinggi, keintelektualan kerjanya adalah membangun nalar dan intelektualitas,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Kurniawan, untuk mensinergikan seni dan intelektualitas menjadi upaya yang terus dilakukan kita semua, termasuk ICMI, agar dampak dari pada pemberdayaan dan dakwah umat ini dapat dioptimalkan dan diperdalam juga, maka dari itu titik temu dari kegiatan seni dan intelektualitas itu, ICMI temukan dalam lomba kaligrafi.

“Kami mendapat informasi bahwa lomba ini masih belum secara rutin dilakukan, padahal ruang-ruang kreativitas untuk anak muda itu semakin dibutuhkan. Anak muda itu harus kita dekati, bukan dengan kemarahan. Bukan dengan perintah, tapi dengan menyediakan ruang agar mereka bisa menuangkan kreatifitas mereka sesuai dengan minat dan bakatnya,” tambah Kurniawan.

Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya lomba kaligrafi ini. Terlebih, kata Jarot, seni kaligrafi itu disebut sebagai seninya Islam atau the art of Islam. Karena dengan memberi kesentuhan keindahan bagi ayat suci Alquran melalui huruf dan kata, maka itu akan memberi simbol makna yang sangat dalam. Namun pada umumnya seni kaligrafi selain sebagai fungsi-fungsi yang lain, yang utamanya adalah dimanfaatkan dan dipakai untuk medium dakwah.

“Allah itu indah, dan Allah itu menyukai keindahan. Jadi inilah kaligrafi, ini adalah wasilah, ini yang musti kita jaga, ini adalah sejarah panjang umat Islam, inilah seninya seni Islam, dimana-mana di situs peninggalan lama, masjid-masjid tua kita, di rumah-rumah kita juga ada ada khiasan kaligrafi,” kata Jarot. (Arni/Humas Pemkab Sintang)

Bagaimana Menurut Anda