19 Tikungan di Jalintim OKI Rawan Kecelakaan

231

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDAMudik lebaran bisa dikatakan tradisi tahunan masyarakat di Indonesia. Rata-rata masyarakat yang merantau di daerah luar daerah kelahiran untuk mencari nafkah ramai-ramai pulang kampung halaman untuk berkumpul di hari raya Idul Fitri bersama keluarga.

Infrastruktur jalan darat sepertinya masih menjadi fasilitas yang dominan digunakan pemudik. Untuk menghadapi lonjakan atau peningkatan volume arus lalulintas pada musim mudik lebaran, berbagai hal sudah dipersiapan oleh pemerintah, kepolisian dan berbagai pihak lainnya. Hal ini dilakukan tidak lain sebagai layanan kepada masyarakat, agar perjalanan mudik bisa aman, nyaman, dan selamat sampai pada tujuan.

Untuk di wilayah Sumsel, ada dua infrastruktur jalan darat yang dapat digunakan oleh pemudik. Pertama bisa melintasi jalan tol yang baru dibangun pemerintah. Jalan tol ini menghubungkan Lampung, Kayuagung hingga Palembang.

Selain itu, ada juga infrastruktur jalan biasa digunakan yakni jalan lintas timur (jalintim) yang menghubungkan Provinsi Lampung-Sumsel, misalnya di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Selain sudah dilintasi jalan tol, pemerintah, kepolisian dan pihak terkait lainnya, juga tetap memperhatikan dan melakukan persiapan untuk kenyamanan pemudik yang melintasi jalintim.

Pihak Dinas Perhubungan sudah memetakan titik-titik jalan rawan. Mulai dari jalur lalulintas rawan kecelakaan hingga kemacetan. Bahkan juga sudah menyiagakan 5 pos terpadu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Antonio Romadhon S.Sos MM mengatakan, ada 5 pos pantau mudik. Diantaranya berada di Pematang Panggang, Dabuk Rejo, Pedu, Perbatasan Mesuji dengan Sungai Sodong dan Celikah. Ada 40 personel Dishub diturunkan.

“Kita juga mengharapkan kerja sama dengan pihak kecamatan agar membantu mengaktifkan hansip kecamatan utntuk membantu mengatur lalulintas di lokasi-lokasi pasar tumpah. Selain itu, selain menyiagakan petugas Dishub OKI, pastinya kita juga berkejasama dengan kepolisian dan pihak terkait untuk melakukan pengamanan ini,” jelas dia.

Misalnya dari data yang ada di Dinas Perhubungan OKI, ada sekitar 19 tikungan di jalintim masuk dalam daerah rawan kecelakaan di jalan nasional sepanjang 110 Kilometer (KM) yang harus diwaspadai pemudik saat melintas. Yakni di Desa Muara Baru, Air jernih, Jahe, Muara Brunai Alas Tutupan. Selain itu masih ada 2 titik jalan negara di Lubuk Seberuk, 3 titik di Desa Tugu Jaya Tugu Mulyo, 2 titik di Desa Bumi Agung, tikungan dan jembatan di Desa Tebing Suluh. Juga yang perlu diwaspadai pemudik saat melintas, yakni di 4 titik terletak di Desa Debuk Rejo.

Untuk lokasi rawan kemacetan juga sudah dipetakan, yakni di jalur jalan nasional sepanjang 110 KM. Masih ada lagi jalur jalan provinsi rawan kemacetan, yakni sepanjang 40 KM di wilayah pasar tumpah di Desa Lekis Rejo setiap hari Jumat, pasar tumpah di Desa Batun setiap hari Senin, pasar tumpah di Desa Jejawi setiap hari Selasa, pasar tumpah di Desa Air Itam setiap hari, dan pasar tumpah di Desa Tanjung Lubuk setiap hari Senin.

Disamping itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) HM. Lubis mengungkapkan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap Puskesmas tetap akan standby selama waktu mudik dan balik momen Hari Raya Idul Fitri 2019 ini.

“Puskesmas-puskesmas yang akan standby ini khususnya yang ada di sepanjang jalintim. Setiap Puskesmas IGD standby. Ini selain dari pos terpadu yang ada bersama dengan petugas lain,” kata Lubis.

Menurutnya, selama musim mudik-balik ini total pos terpadu yang ada disiapkan di wilayah Kabupaten OKI berjumlah 11 pos terpadu, termasuk di rest area yang ada di tol PPKA.

Sekretaris Dinkes OKI, Iwan Setiawan menambahkan, selain petugas yang standby, pos kesehatan ini juga dilengkapi dengan ambulance dan obat-obatan.

Untuk sistem kerja petugas ini sendiri, lanjut Iwan, dibagi menjadi 2 shift. Sementara untuk di IGD Puskesmas diserahkan kepada petugas piket masing-masing. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda