2 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Bibit Karet Divonis Bebas, Kajari OKI Siap Bertanggung Jawab

332

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Seperti diketahui bersama, di tanggal 12 September 2022 lalu majelis hakim Tipikor pada PN Palembang menjatuhkan vonis bebas terhadap dua (2) terdakwa kasus dugaan korupsi kegiatan pengadaan benih siap tanam bibit karet di Dinas Perkebunan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2019.

Kedua orang terdakwa yang terjerat kasus itu yakni Tabroni Perdana selaku PPK dan Roni Chandra yang merupakan pihak ketiga.

Dalam persidangan yang digelar di PN Palembang kala itu, oleh majelis hakim keduanya dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi, hingga akhirnya dibebaskan dari tahanan.

Menanggapi perihal tersebut, selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKI Dicky Darmawan SH, menyatakan siap pasang badan menerima konsekuensinya. Karena, menurut dia, walau ia baru menjabat, putusan vonis bebas itu muncul di masa kepemimpinannya dan ia siap bertanggung jawab.

“Vonis ini di jaman saya, jadi saya siap bertanggung jawab. Kalaupun nanti dieksaminasi terbukti ada kekeliruan di pihak Kejari OKI, maka sudah tentu saya siap bertanggung jawab, bukan JPU-nya, ini konsekuensi jabatan,” tegas Dicky, Kamis (29/9/2022).

Karena ia yakin sebelum disidangkan, tentu JPU telah melakukan pembuktian perkara. Mulai dari penyelidikan, penyidikan, serta perhitungan kerugian negara. Lagi pula penuntutan juga sudah secara baik sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

“Namun, untuk keputusan hukum adalah kewenangan dari majelis hakim, sehingga untuk perkara tindak pidana nomor 43/Pid.sus-TPK/PN Plg, hakim berkeyakinan kedua terdakwa tidak bersalah,” tandas Dicky.

Tidak semua perkara yang disidangkan itu benar, sebelum majelis hakim memutuskan bersalah atau sebaliknya. Lanjut Dicky, dari Kejari OKI telah melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi terhadap vonis bebas kedua terdakwa, oleh majelis hakim PN Palembang.

“Kalaupun nanti dalam kasasi ternyata masih vonis bebas, maka kita akan mencari bukti baru,” tegas Dicky.

Kasi Intel Kejari OKI Belmento SH menambahkan, pihaknya tetap meyakini kedua terdakwa tersebut bersalah sesuai dengan hasil pemeriksaan serta bukti-bukti yang ada. Kalaupun hakim berpendapat berbeda, itu adalah keputusannya.

“Jadi silahkan tanya pada hakim, yang pasti dengan kewenangan diberikan UU kepada kami, penyidik dan penuntut umum, kami telah melakukan hal tersebut. Upaya hukum sudah kami lakukan dan memori kasasi sudah disampaikan,” ujar Belmento. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda