12 Tahun Menunggu, Berkat Camat Kayuagung dan JPN OKI, Desa Tanjung Menang Segera Dapat Plasma

583

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Nyaris hampir 12 tahun berlalu, Desa Tanjung Menang Kecamatan Kota Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) belum juga dapat menikmati kebun plasma sawit dari PT Gading Cempaka graha, disebabkan oleh beberapa faktor dan permasalahan yang ada cukup kompleks.

Melihat persoalan tersebut, Pemerintah Desa Tanjung Menang dan Camat Kota Kayuagung berinisiasi memberikan surat kuasa khusus kepada Jaksa Pengacara Negara (JPN), dalam hal ini Kejaksaan Negeri OKI, agar masalah desa mereka difasilitasi oleh JPN.

Setelah beberapa kali dilakukan mediasi akhirnya membuahkan hasil. Kedua belah pihak, PT Gading Cempaka Graha dan Desa Tanjung Menang bersepakat serta mengadakan perjanjian yang intinya perusahaan akan membangunkan lahan plasma sawit di lahan desa atau masyarakat seluas 162 hektare.

Pada saat pelaksanaan Memorandum Of Understanding (MoU), Jumat (13/12/2019) lalu, dalam kesempatan tersebut, Camat Kota Kayuagung Dedi Kurniawan, S.STP mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak terkait, khususnya JPN Kejari OKI yang telah membantu selesaikan permasalahan yang ada.

“Alhamdulilah semua ini berkat kerjasama semua pihak terkait, terutama Jaksa. Yang mana tugas Jaksa bukan hanya sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), tapi juga sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), dan ini bisa jadi contoh bagi tempat lain yang mempunyai masalah sama,” kata Dedi.

Cara penyelesaian melalui JPN ini sangat menarik. Lanjut Dedi, sebab dari beberapa kali pertemuan, respon dari kedua belah pihak sangat baik. Mungkin karena secara psikis kedua belah pihak menjadi terbuka dan mempermudah penyelesaian masalahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari OKI, Andi Irawan Haqiqi, SH MH mengatakan, ini adalah fungsi dan tugas kami.

“Kami siap berperan serta, demi kemajuan desa, daerah dan bangsa sesuai dengan tupoksi. Harapan Desa Tanjung Menang kini sudah terealisasi, tinggal kita tunggu action perusahaan di lapangan agar disegerakan. Perlu diketahui juga, ini merupakan langkah awal dari peranan pendampingan Kejaksaan secara legal formal,” tandas dia.

Sementara Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Shodiq mengaku, setelah ditandatangani kesepakatan ini dapat direalisasikan segera. Mantan kades ini juga berharap dengan kepemilikan plasma tersebut dapat memberikan manfaat diantara kedua pihak.

“Kebun sawit sekarang ini tak seperti dulu. Dalam kurun waktu hanya tiga tahun sudah bisa dipanen. Manfaatkan plasma tersebut sebaik mungkin, bukan untuk dijual,” tegas dia.

General Manager PT Gading Cempaka Graha Burhanudin Mustofa juga mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan komitmen perusahaan yang harus direalisasikan pihaknya.

Diakui Burhanuddin, keberadaan pengacara negara dalam membantu kepastian hukum terhadap status plasma relatif lebih cepat dalam mengakomodir kebutuhan plasma milik masyarakat desa.

“Dengan kepastian hukum tersebut, dari awal proses hingga pembentukan plasma cenderung lebih aman dan cepat direalisasikan,” tandas dia.

Di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKI Ari Bintang Prakoso Sejati, SH MH.Li, Senin (16/12/2019) mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung program Pemkab OKI untuk mensejahterakan rakyat, melalui tupoksi dan forsi kami. Contohnya masalah Desa Tanjung Menang.

“Dalam tahun 2019 ini, kami juga akan menyelesaikan masalah Desa Teloko dengan PT Kelantan Sakti. Sedikit lagi selesai, dan doakan agar segera tuntas. Insya Allah rampung,” ujar dia.

Untuk Desa Tanjung Menang sendiri, masih kata dia, kita berharap dengan adanya pembangunan plasma ini menjadikan Bumdes Tanjung Menang semakin maju dan berkembang. “Karena memang tujuan awal kita salah satunya adalah memperjuangkan aset desa, yakni Bumdes itu sendiri,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda