Prajurit Brigif 4 Marinir/BS Mendarat di Belitung

543

BELITUNG-BABEL, BERITAANDA – Dalam rangka latihan LSL II DA/LA tahun 2019, Brigif 4 Marinir/BS menunjuk para prajurit terbaiknya yang tergabung dalam Batalyon Tim Pendarat (BTP) melaksanakan pendaratan di Belitung Provinsi Babel, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Ahmad Fajar turut hadir dalam latihan yang melibatkan hampir 1.000 personil pasukan, 16 tank amfibi dan alat persenjataan lainnya.

Dalam latihan tersebut dilaksanakan pendaratan tank amfibi, penembakan artileri dan perebutan Kota Tanjung Pandan, serta 2 roket multi laras lainnya kaliber 122 mm vampire dan 2 roket howitzer 105 mm yang ditembakkan oleh para prajurit dengan menempuh sasaran tembak sejauh 10 KM ke arah musuh yang terletak di area bekas tambang di Desa Terong.

Pendaratan pasukan dimulai dari pasukan BTP, yang salah satunya di komandani Letkol Mar Syamsul Bahri M. Tr.Hanla sebagai Danpasrat.

Dari mulai melaksanakan persiapan pasukan di KRI Banda Aceh, kemudian pasukan diangkut menggunakan kendaraan tempur amfibi menuju dan menguasai pantai pendaratan di Pantai Siantu Desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Setelah pantai dapat dikuasai, pasukan BTP melanjutkan operasi darat KSIT untuk merebut sasaran pasrat.

Latihan Tempur TNI AL oleh Korps Marinir di Negeri Laskar Pelangi ini dihadiri langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjend TNI (Mar) Suhartono, Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung H. Abdul Fatah dan Bupati Belitung H Sahani Saleh.

Mereka menyaksikan langsung satu persatu bagaimana prajurit Korps Marinir mengikuti berbagai rangkaian latihan dengan gigih di Pesisir Pantai Siantu Kecamatan Sijuk tersebut. Ada 16 unit tank amfibi mendarat, dengan rincian 3 unit jenis tank BMP3 F, 7 unit tank berjenis BTR 50, 2 unit tank BTR 4, 2 unit tank LVT 7 A1 dan 2 unit tank kapa K61.

Setelah itu di waktu yang bersamaan, 576 orang prajurit ikut dikerahkan untuk menyisir daratan pesisir Pantai Siantu.

Kehebatan prajurit sangat terlihat untuk mendeteksi musuh dan senjata canggih pun disiapkan untuk ditembakan ke arah musuh. Senjata yang dikerahkan Korps Marinir ditempat ini antara lain roket Multi Launch Rocket System (MLRS) kaliber 122 MM vampir dan meriam Howitzer 105 MM.

Awalnya untuk mengunci sasaran dua senjata tempur tersebut, prajurit masing – masing meluncurkan satu butir meriam dan roket menuju sasaran tembak. Setelah sasaran terkunci, maka prajurit langsung menembakan secara berulang kali menuju sasaran musuh.

Kemudian, pertempuran ini tidak hanya disitu saja. Prajurit kembali melakukan serangan selanjutnya, dengan mengerahkan beberapa tank amfibi menuju ke Kota Tanjung Pandan. Tujuannya sama, untuk merebut kembali Kota Tanjung Pandan yang sempat dikuasai oleh musuh.

Untuk merebut wilayah Kota Tanjung Pandan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Korps Marinir, setelah melakukan peluncuran roket dan meriam.

Secara keseluruhan, latihan perang tersebut berlangsung dengan lancar dan aman, tanpa ada hambatan apapun. Pada latihan perang kali ini, alutsista yang dikerahkan ada 26 unit kekuatan. Kalau semuanya yang dikerahkan hampir 1.000 orang.

Setelah pelaksanaan latihan, dilanjutkan dengan melaksanakan bakti sosial ke masyarakat.

Ini merupakan latihan rutin, bagian dari latihan bertingkat dan berlanjut guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit marinir sebagai matra laut. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda