Pemkab Sintang Bergerak Cegah Sebaran Virus Corona

321

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Pasca sudah ditemukan kasus positif virus covid-19 (corona) di Kota Pontianak yang diumumkan langsung oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan gerak cepat dengan melaksanakan kegiatan penyemprotan cairan disinsfektan di kawasan Terminal Sungai Durian Sintang, Ahad (15/3/2020) pagi.

Hal itu guna mencegah dan mengantisipasi sebaran virus corona di Kabupaten Sintang.

Kegiatan tersebut langsung dipimpin Bupati Sintang Jarot Winarno yang didampingi Kadis Kesehatan Sintang Harysinto Linoh. Hadir juga Kapolres Sintang AKBP. John H. Ginting, Kadis Kominfo Sintang Kurniawan, Kadis Perindagkop dan UKM Sintang Sudirman, Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang dr. Rosa Trifina dan pihak terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal antisipasi pemkab guna mencegah penyebaran virus corona di kawasan yang intensitas aktivitas masyarakat cukup tinggi. Seperti di ruang publik atau tempat umum, salah satunya di Terminal Sungai Durian. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus virus tersebut di Kabupaten Sintang.

“Disinsfektan ini perlu kita semprotkan di tempat-tempat yang banyak dikunjungi seperti tempat ibadah, tempat pertunjukan, ruang publik seperti terminal, taman-taman, itu secara periodik sebaiknya dilakukan penyemprotan,” ucap Jarot.

Selain itu juga, kata Jarot, dalam mengantisipasi dan mewaspadai serta mencegah sebaran covid-19 ini, ia meminta masyarakat Kabupaten Sintang saat ini agar tidak berpergian ke luar daerah, terlebih ke luar negeri. Mengingat juga saat ini di Kota Pontianak sudah ditemukan satu kasus positif virus covid-19, pasca diumumkan langsung oleh pemerintah pusat.

“Hindari berpergian jauh, apalagi sudah ditemukan kasus, kita nda usah mudik dulu, takut kita membawa virusnya meskipun kita sehat, lalu di kampung menulari keluarga kita kan,” pesan Jarot.

Kemudian, lanjut Jarot, masyarakat juga harus peka terhadap lingkungan sekitar sebagai langkah waspada atau pencegahan kasus virus covid-19, seperti mendengar, pasang telinga, pasang mata, jika ada tetangga, keluarga, teman yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri atau pun jika menemukan ada gejala mirip kasus tersebut, segera melaporkan kepada tim tanggap corona, dimana leading sektornya adalah Dinas Kesehatan Sintang dan RSUD Ade M. Djoen Sintang, agar bisa ditelusuri atau ditangani.

“Mumpung belum ditemukan kasus di tempat kita ni, tolonglah, terutama masyarakat yang ekonomi kelas atas ni, misal mau berobat ke luar negeri, seperti ke Kuching, Pulau Pinang dan lainnya, atau jalan-jalan ke luar negeri untuk rekreasi, jangan dulu lah, kasian nanti masyarakat lainnya,” pesan Jarot lagi.

Jarot menambahkan, sesuai dengan kepres, Pemkab Sintang akan membentuk tim gugus tugas covid-19 atau corona virus, sehingga nantinya pemkab akan mendukung juga terkait pendanaan penanganan gawat darurat dan sebagaianya nanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, selain di kawasan Terminal Sungai Durian, pihaknya juga akan berupaya melakukan penyemprotan cairan disinsfektan dan akan melakukan sosialisasi terkait pencegahan sebaran virus corona di tempat umum atau ruang publik, seperti tempat ibadah, taman-taman, sekolah, dan tempat umum lainnya.

“Penyemprotan cairan disinsfektan di tempat-tempat umum inikan bertujuan untuk memutus mata rantai penularan penyakit virus covid-19 atau corona, kita tau kan macam di terminal ni semua orang datang di sini, misal ketika batuk, pilek ataupun buang air disini, karena virus corona inikan menempel dimana mana, jadi inilah perlunya penyemprotan disinsfektan,” kata Sinto.

Sinto juga berpesan kepada masyarakat jika ada yang tau di lingkungan sekitar ada warga yang pulang dari negara yang sudah ada kasus positif covid-19 atau corona, tolong laporkan kepada Dinas Kesehatan. Dan warga yang sepulang dari luar negeri atau daerah yang sudah ada kasus virus itu tidak perlu takut jika ditangani pihaknya.

“Kita mau mengisolasi mereka, karena kan ada tahapan, seperti karantina mandiri yang hanya berdiam di rumah atau tidak boleh keluar rumah selama 15 hari. Kalau sudah dinyatakan aman, ya sudah bisa beraktivitas seperti biasa, itu namanya orang dalam pengawasan,” jelas dia.

Harysinto pun mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Sintang agar tidak panik menyikapi terkait virus covid-19 ini. Untuk itulah ia menyarankan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda