Mahasiswa Polbangtan Medan PKL di Tapsel

319

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Aswin Efendi Siregar menerima kedatangan 113 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Selasa (10/3/2020), di aula Sarasi II, lantai 3, kantor Bupati Tapsel.

“Selamat datang kepada ananda sekalian. Pemilihan Tapsel sebagai lokasi PKL di bidang kopi memang sangat tepat. Mengingat disini ada empat kecamatan penghasil kopi, seperti Marancar, Sipirok, Arse dan Saipar Dolok Hole,” kata wabup dalam perbincangan.

Kehadiran mahasiswa dari Polbangtan diharap bisa berkolaborasi dengan BPP dan petani kopi di Tapsel. Pimpinan BPP harus memanfaatkan ilmu yang didapat dari mahasiswa. Dipesankan agar petani suguhkan kopi kepada mahasiswa, agar mereka ketahui nikmatnya kopi Sipirok.

“Kepada para mahasiswa, saat ini adalah waktu yang cukup tepat untuk menyalurkan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, untuk kemudian diaplikasikan di lapangan. Agar ke depan, ilmu itu mampu mensejahterakan para petani kopi,” ujar Wabup Aswin.

Dalam pertemuan itu, wabup menyampaikan, Tapsel miliki banyak objek pariwisata. Antara lain Air Terjun Silima – lima, Aek Sijorni, Danau Siais, dan lainnya. Hanya saja, mahasiswa PKL harus bisa beradaptasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat yang ada di kecamatan.

Sebelumnya, Kadis Pertanian yang diwakili Kasi Metode dan Informasi, Yenny Lubis menyebut, seyogyanya para mahasiswa patut bersyukur dan berbesar hati, karena telah diberi mandat untuk belajar di Tapsel. Kesempatan tersebut merupakan momen yang bagus.

“Para mahasiswa haru mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Begitu juga dengan BPP, selaku perpanjangan tangan Pemkab Tapsel kiranya membantu mahasiswa Polbangtan ini. Mereka ini memiliki ilmu teknis mumpuni yang nantinya akan ditularkan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur I Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Nurliana Harahap, SP, M.Si, menjelaskan, keseluruhan mahasiswa yang ikut PKL berjumlah 113 orang, dan dibagi dua kelompok. PKL1 sebanyak 88 orang, dan PKL 2 sebanyak 25 orang.

“Kabupaten Tapsel menjadi daerah terbanyak mengalokasikan mahasiswa. Yang terdiri dari 14 BPP di Tapsel, tugas dari mahasiswa PKL 1 melakukan kegiatan magang agribisnis di bidang perkopian dari mahasiswa penyuluhan perkebunan prasisi, dengan tiga lokasi di Darul Mursyid, Taro Kopi serta di Marancar,” ujarnya.

Dia berharap agar penyuluh BPP memberikan bimbingan kepada mahasiswanya selama satu bulan, yang dimulai dari tanggal 9 Maret 2020 sampai dengan 8 April 2020. PKL ini, kata dia, bertujuan membantu Tapsel dalam mendukung pembangunan di bidang pertanian.

Turut hadir dalam pertemuan itu Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kasi Penyuluhan, Koordinator BPP, Dosen Polbangtan, dan Kepala Bidang dari Pertanian Tapsel. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda