Kabut Asap Karhutla ‘Paksa’ Liburkan Sekolah di Sidimpuan

471

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Untuk mengantisipasi dampak kabut asap bagi kesehatan tubuh seperti penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ataupun sejenisnya, Pemkot Padangsidimpuan terpaksa meliburkan sekolah di kota setempat.

Peliburan ini menyusul diterbitkannya instruksi Walikota Padangsidimpuan Nomor 660.32/5380/2019, tertanggal 23 September 2019 tentang antisipasi dampak kabut asap, ditandatangani oleh Wakil Walikota Padangsidimpuan Arwin Siregar.

Pertimbangannya menitikberatkan pada indeks standar pencemaran udara (ISPU), dimana keberadaan kabut asap di Padangsidimpuan yang merupakan kiriman dari Provinsi Riau, termasuk kategori tidak sehat. Kondisi ini dinilai kurang baik bagi peserta didik.

Instruksi menyebutkan, proses belajar mengajar siswa/siswi di sekolah PAUD/ TK/RA, SD/ MI/ MDA, SMP/ MTs, SMA/ SMK/ MA se-Kota Padangsidimpuan diliburkan pada tanggal 24 sampai 25 September 2019, sembari menunggu informasi selanjutnya.

Kemudian, terhadap para tenaga pendidik, walikota pun mengintruksikan untuk tetap memberi tugas pembelajaran di rumah kepada siswa/siswi, dan mengarahkan para siswa agar mengurangi aktifitas di luar rumah.

Kepada Forkopimda, Kepala OPD, camat, lurah dan kades agar memberi dukungan penuh sesuai tugas pokok dan fungsinya, serta kewenangannya dalam optimalisasi pengendalian asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Walikota juga instruksikan para Kepala Puskesmas agar mengimbau warga mengurangi aktifitas di luar rumah, dan berperan aktif memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang terdampak akibat kabut asap.

“BPBD dan pemadam kebakaran agar tetap siaga dan pro aktif dalam rangka mengantisipasi dan menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Padangsidimpuan,” tegas walikota dalam instruksi tersebut.

Disisi lain, curah hujan yang mengguyur Kota Padangsidimpuan, Senin (23/9/2019) malam, sedikit memberi harapan. Kendati intensitasnya belum sesuai dengan yang diharapkan, namun curah hujan tersebut drastis mengurangi kepekatan kabut asap di udara.

“Alhamdulillah, berkat hujan turun tadi malam, kondisi udara hari ini sedikit lebih baik dibanding kemarin-kemarin. Kabut asap terlihat mulai menipis,” ujar Rahmadani, salah satu orangtua siswa asal Kecamatan Sidimpuan Tenggara. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda