BPS Sumsel Ajak 78 Wartawan Sukseskan Sensus Penduduk 2020

598

PALEMBANG, BERITAANDA – Media sebagai corong publikasi kepada seluruh masyarakat mengenai sensus penduduk. Maka dari itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan workshop wartawan di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (17/12/2019), dengan tema ‘Peran Serta Aktif Wartawan dalam Menyukseskan SP 2020’.

Kegiatan ini diikuti 78 wartawan dari media cetak, elekronik, maupun online.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, yang perlu diketahui oleh para wartawan adalah kedudukan, tugas dan fungsi BPS, antara lain BPS lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab langsung kepada presiden pasal 1.

“Maka dari itu, sebagai pendorong data wartawan harus bisa mengetahui sekilas inflasi penyebab dan prinsip dasar perhitungan inflasi,” ujarnya.

Endang juga mengatakan, intinya pertumbuhan ekonomi (economic browth) itu diambil dari harga ponstan. “Sebab, indeks pembangunan ekonomi inklusif dibagi melalui 3 pilar. Yaitu pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses, kesempatan 8 sub pilar dan 21 indikator,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Hukum BPS Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan, sensus penduduk tahun depan atau 2020, akan berubah dari yang semula menggunakan metode sensual tradisional dan kombinasi menjadi metode registrasi.

Selain perubahan pola sensus yang dilaluinya, lanjut dia, juga akan ada satu data kependudukan Indonesia, yakni data kependudukan Disdukcapil dan BPS akan sama. Selama ini, kedua dinas tersebut selalu berbeda data kependudukannya, karena memang metode sensus yang digunakan juga berbeda.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menggunakan metode de jure atau data kependudukan akan berubah jika ada laporan perubahan data penduduk. Jika tidak ada laporan data penduduk, maka laporannya tidak akan berubah. Sementara BPS menggunakan metode sensus de facto, yakni data yang didapat di lapangan sehingga siapa saja yang terdata akan tetap dihitung sehingga data kependudukan akan berubah setiap saat.

“Tahun depan Mendagri dengan legowo mengajak kedua dinas berkoordinasi dan berbaur, sehingga data yang dihasilkan dari sensus nanti akan sama baik data dari BPS maupun dari Disdukcapil,” ujarnya.

Endang mengatakan, contohnya saja data pendidikan, perubahan status kependudukan tidak dilaporkan ke Disdukcapil. Semakin banyak yang tidak terlibat, maka semakin tidak akurat data yang dihasilkan. Oleh sebab itu, BPS menghimbau masyarakat untuk ikut mensukseskan sensus penduduk 2020.

“Bantu Indonesia, karena kerahasiaan data pribadi penduduk kita lindungi. Jadi jangan takut untuk didata. Jika tidak ingin didata secara langsung, maka bisa ikut membantu sensus secara online,” tutupnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda