8 WP Pelaku Usaha di Kayuagung Siap Dipasang Tapping Box

780

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) laksanakan lanjutan sosialisasi pemasangan alat transaksi secara online (tapping box) kepada para wajib pajak pelaku usaha rumah makan, restoran, hotel dan hiburan (karaoke) dalam wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala BPPD OKI Suhaimi, AP.,M.Si dan Plh Sekretaris, Nurbaiti, SP, M.Si dan para Kabid bersama tim terpadu sosialisasi tapping box terdiri dari Kasi Datun Kejari OKI Andi Haqiqi, SH, dari Bank Sumsel Babel ada Ramli, dari Satpol PP OKI ada Mantiton, SH, serta dari DPMPTSP ada M. Tohir Wijaya, SH.

Plt Kepala BPPD OKI, Suhaimi mengatakan, ini merupakan hari pertama dilakukannya sosialisasi.

Lanjut dia, sosialisasi kali ini dengan cara jemput bola, yaitu pihak BPPD OKI bersama tim langsung mendatangi para wajib pajak (WP) pelaku usaha, karena mengingat kesibukan mereka.

“Untuk target pemasangan alat tapping box sebanyak 12 unit, harus selesai pada bulan Desember 2019 ini. Dan tadi kita kunjungi 8 unit usaha, antara lain Rumah Makan (RM) Hikmah Dua, RM Hikmah Mie Bakso, RM Sederhana, RM Pindang Salai, RM Triputra atau Safik, RM 303, Hotel Dinesti Resort, Blitz Karaoke,” kata dia.

Alhamdulillah dari 8 WP pelaku usaha yang kita kunjungi tersebut, semua menyetujui untuk dipasangkan alat tapping box. Kata dia lagi, selanjutnya hari kedua, Rabu (11/12/2019) besok, BPPD bersama tim akan melanjutkan sosialisasi ke wilayah lintas timur.

“Menyasar ke 6 WP pelaku usaha, yaitu Rumah makan (RM) Pagi Sore yang berada di Kecamatan Kayuagung dan Teluk Gelam, Lalu RM Nuansa Indah, Hotel Romli, Hotel Es, Hotel Trisa. Selanjutnya nanti pihak Bank Sumsel Babel bersama vendor akan melakukan training terhadap pelaku usaha atau kasir,” tandas dia.

Training ini diberikan, masih kata dia, agar mereka bisa mengoperasikan alat tapping box sekaligus mencari solusi kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha terhadap alat penghitung manual selama ini mereka miliki, terkait sistem jaringan online dari pihak Bank Sumsel Babel.

“Tahun 2020 Bank Sumsel Babel rencananya akan menyiapkan peralatan tapping box sebanyak 50 unit. Hal itu dikemukakan oleh pihak Bank Sumsel Babel sendiri kepada kita,” ujar dia.

Harapannya, lanjut dia, dengan telah berlakunya pajak rumah makan, restoran dan hotel sebesar 10 persen, serta telah gunakan alat tapping box dapat lebih mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak rumah makan, restoran dan pajak hotel. “Dan juga OKI sudah melaksanakan salah satu amanat rencana aksi KPK,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda