Tapang Perodah Potensial Lahan Sawah

35
Tatap muka Bupati dan pemerintah kecamatan, desa serta managemen Agro Andalan dalam tanam pedana padi gadu Poktan Jundak Mayang Mengurai. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Penanaman padi sawah musim gadu oleh Kelompok Tani Jundak Mayang Mengurai di Desa Tapang Perodah Kecamatan Sekadau Hulu mendapatkan apresiasi sejumlah pihak. Di lahan seluas 2 hektare yang akan ditanam itu telah dilaksanakan pematangan lahan dengan dibantu PT. Agro Andalan.

“Kelompok Tani Jundak Mayang Mengurai menanam padi selisih 6 bulanan dari musim tanam biasa, dan dalam hal ini bekerjasama dengan PT. Agro Andalan, mulai dari fasilitas, pupuk, sampai pada keuangan,”  terang Cantong selaku Kades Tapang Perodah saat bertatap muka bersama Bupati Sekadau pasca simbolis penanaman, Kamis (24/6).

Menurutnya, tanam gadu ini seluas 2 hektare sebagai uji coba. Jika berhasil akan ditingkatkan. “Potensi sawah di Tapang Perodah seluas 350 hektare di tambah lahan potensial dari beberapa dusun sekitar,” tambah Cantong.

Dijelaskan Kades Cantong, maksud menanam padi di masa pandemi ini untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Desa Tapang Perodah. Ia juga berharap kepada PT. Agro Andalan, pemerintah kabupaten serta kecamatan untuk dapat membantu kegiatan tanam padi gaduh guna mewujudkan Tapang Perodah sebagai lumbung pangan.

Sementara itu, Camat Sekadau Hulu, Aloyius Ashari, mengapresiasi Kelompok Tani Jundak Mayang Mengurai Desa Tapang Perodah yang melakukan terobosan penanaman padi musim gadu.

“Ini merupakan terobosan luar biasa oleh masyarakat dan dari beberapa perusahaan perkebunan sawit di wilayah Sekadau Hulu. PT. Agro Andalan aktif membantu masyarakat sampai pada penanaman dan pembinaan kelompok tani padi,” jelas Aloysius.

Menurutnya, pola tanam padi gaduh ini merupakan hal baru di masyarakat yang terbiasa menanam padi tahunan. Dengan adanya program ini, merupakan salah satu cara mengurangi karhutla dengan tidak menanam padi dengan membuka lahan atau membakar lahan

“Masyarakat dibiasakan mengolah lahan basah sebagai sawah,” tutupnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda