Satpol PP dan Damkar OKI Bersama Tim ‘Jaring’ Pengamen, Penghisap Aibon, Serta Pengemis yang Berkeliaran di Pasar Shopping Centre Kayuagung

1221

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dalam beberapa hari terakhir, pengamen jalanan, penghisap lem aibon, dan peminta – minta (pengemis) dengan modus yayasan, kotak amal masjid serta sumbangan jenis sosial lainnya, marak berkeliaran di kawasan Pasar Shoping Centre Kayuagung dan sekitarnya.

Tak ayal, keberadaan mereka lambat laun telah mengusik kenyamanan para pedagang dan warga yang ingin berbelanja ke pasar maupun sekedar untuk jalan-jalan di lokasi tersebut. Lantaran terkadang tak cuma meminta uang, caranya juga sedikit agak memaksa dan datang silih berganti.

Ketidaknyamanan yang terjadi ini akhirnya sampai ke ‘telinga’ Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sehingga melakukan penertiban, bekerjasama dengan camat dan Dinas Sosial setempat, Sabtu (15/2/2020).

“Apa yang dilakukan ini menindaklanjuti laporan dari masyarakat tentang adanya para pengamen, penghisap aibon, serta peminta – minta berbagai modus marak berkeliaran di Pasar Shopping Centre dan sekitar. Akibat ulah mereka, masyarakat menjadi resah,” kata Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar OKI, Syawal Harahap.

Dalam upaya penertiban dan pembinaan terhadap pengamen, penghisap lem aibon, serta peminta – minta itu, kata Syawal lagi, selain 17 orang personel Satpol PP yang kita kerahkan, juga libatkan pihak Dinas Sosial OKI, HM Ali Suaidi, SH dan 3 orang rekannya. Bahkan Camat Kota Kayuagung, Iskandar, S.Sos bersama 1 orang stafnya pun turut hadir.

“Hasil operasi non yustisi yang dilakukan, terjaring sebanyak 16 orang. Antara lain 5 orang pengamen, 11 orang peminta – minta terdiri 6 orang asal OKI, 3 orang asal Ogan Ilir, 6 orang asal Palembang dan 1 orang asal Lampung,” ungkap Syawal seraya menyebut, kalau dirinya yang memimpin langsung kegiatan dimaksud.

Operasi selesai pukul 10.30 Wib. Masih kata Syawal, namun sebelum semua berhasil dijaring, sekira pukul 09.00 Wib, kita sudah memerintahkan 4 anggota Satpol PP untuk terlebih dahulu melakukan penyamaran guna pastikan posisi para pengusik kenyamanan tersebut beroperasi. Setelah info valid baru dilakukan penertiban.

“Kegiatan yang mereka lakukan melanggar ketentuan amanat Perda OKI Nomor 13 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan ketertiban umum. Setelah mereka kita data dan dibina, yang terjaring juga membuat perjanjian di atas materai, lalu langsung diserahkan ke Dinas Sosial OKI untuk pembinaan lebih lanjut,” tandas Syawal.

Ditegaskan Syawal, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk komitmen Satpol PP dan Damkar OKI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan tepat, mengedepankan azas kekeluargaan, santun dan humanis serta tegas, khususnya bagi masyarakat yang melanggar perda dan perbup. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda