Hadiri Pelantikan JMSI Tabagsel, Syahrul Pasaribu: Pers Pilar ke-4 Demokrasi

64
Mantan Bupati Tapsel, Syahrul M. Pasaribu, saat memberi sambutan pada pelantikan JMSI Tabagsel.

PADANGSIDIMPUAN, BERITAANDA – Tokoh masyarakat yang dua kali menerima penghargaan Sahabat Pers Sumatera Utara, Syahrul M. Pasaribu, menghadiri pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) periode 2025–2030 di Gedung Adam Malik Padangsidimpuan, Ahad (27/7/2025).

Mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode ini hadir dan memberikan sambutan di hadapan ketua dan pengurus JMSI pusat, JMSI Sumut, serta JMSI Tabagsel yang baru dilantik. Acara ini juga dihadiri oleh para undangan dari kalangan pejabat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan serta kepemudaan.

Syahrul mengisahkan perjalanan 31 tahun kariernya sebagai pejabat publik, yakni 10 tahun sebagai anggota DPRD Medan, 11 tahun anggota DPRD Sumut, dan 10 tahun menjabat sebagai Bupati Tapsel. Sepanjang kariernya hingga saat ini, ia mengaku tak pernah memisahkan diri dari insan pers.

Kedekatannya dengan pers dibuktikan melalui penghargaan yang pernah diterimanya sebagai Sahabat Pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Sumatera Utara.

“Saya menghargai dan menghormati rekan-rekan wartawan dan juga media. Saya sadar betul betapa besar peran, fungsi, dan pengaruh pers. Saya sangat yakin dan setuju bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi bangsa kita,” tegas Syahrul.

Menurutnya, Indonesia memiliki tiga pilar penyangga kehidupan dan perjalanan bangsa, yaitu eksekutif (pemerintah), legislatif (DPR), dan yudikatif (hukum). Namun di luar itu, ada satu kekuatan sosial yang memiliki fungsi dan peran besar, yakni pers.

Fungsi pers antara lain ialah mencerdaskan bangsa melalui pemberitaan yang disajikan setiap saat di media cetak, televisi, radio, dan online. Dalam menjalankan tugasnya, pers dilindungi oleh undang-undang, dan pers yang sehat selalu berpijak pada kode etik jurnalistik.

Pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun kota, menurutnya, tidak boleh alergi terhadap pers. Sebab, sebanyak apa pun keberhasilan pembangunan yang telah dicapai, jika tidak diberitakan oleh media, maka masyarakat tidak akan mengetahuinya.

“Akibat menjauhi pers, banyak pemerintahan dan pemimpin daerah yang dituduh tidak bekerja oleh rakyatnya. Padahal faktanya, banyak pembangunan yang telah diwujudkan. Kenapa itu terjadi? Ya, karena tidak ada pemberitaan di media,” terang mantan Bupati Tapsel itu.

Dengan dibentuk dan dilantiknya pengurus JMSI Tabagsel, Syahrul berharap insan pers di lima kabupaten/kota kawasan Tabagsel semakin profesional serta semakin sehat dalam menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya, bukan hoaks kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya JMSI ini, maka semakin banyak organisasi pers atau media online di Tabagsel seperti SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), SWI (Sekber Wartawan Indonesia), dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Tolong berkompetisilah dengan sehat, saling bersimbiosis mutualisme atau saling mengisi. Awali program dari hal-hal kecil terlebih dahulu, jangan terlalu makro. Tolong sajikan kabar yang akurat dan terpercaya,” pesan Syahrul. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda