Bupati Sintang Buka Pekan Gawai Dayak ke-VIII

134

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno saat membuka pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-VIII tahun 2019 menjelaskan, Sintang ini masih masuk kategori daerah tertinggal.

“Sintang ini juga salah satu kabupaten yang memutuskan adanya hutan adat dan wilayah adat. Kami tidak hanya mengakui keberadaan masyarakat adat, tetapi juga wilayah dan hutan adat. Kita terus dukung perkembangan seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang,” tegas Bupati Sintang

Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Jeffray Edward menyampaikan, gawai merupakan ungkapan syukur masyarakat atas usaha yang sudah dilewati dengan panen padi.

“Ini gawai yang ke-VIII. Gawai ini untuk ajang silaturahmi sesama masyarakat Dayak dan dengan etnis lain. Gawai ini sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Gawai juga untuk menyatukan konsep untuk mendukung pembangunan di Sintang. Gawai juga bentuk pembinaan dan pengembangan seni budaya dan tradisi masyarakat Dayak,” tegas Jeffray Edward.

“Kemajuan jaman dan teknologi tidak mampu kita bendung. Jangan kita tertinggal oleh kemajuan jaman. Mari kita kembangkan dan bangun masyarakat Dayak di Sintang ini. Terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah membangun secara fisik kawasan pedalaman. Kami minta dan dorong agar Pemkab Sintang terus memfokuskan pembangunan kawasan terpencil, dimana masyarakat Dayak tinggal. Kami juga minta agar pembangunan rumah Betang Tampun Juah di Jerorra Satu segera tuntas. Di daerah lain, Betang sudah selesai. Bangunan ini penting dan menjadi simbol masyarakat Dayak. Saya senang ada beberapa lomba yang mulai dilaksanakan di Betang Tampun Juah. DAD Sintang juga menolak kelompok radikal di Kabupaten Sintang,” terang Jeffray Edward. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda