Bupati Monadi Resmi Buka MTQ ke-46 Negeri Adat Jujun, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

4

KERINCI, BERITAANDA – Bupati Kerinci Monadi S.Sos M.Si secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tahun 2026 wilayah adat Negeri Jujun yang digelar di Desa Koto Baru Jujun, Kecamatan Keliling Danau, Ahad (8/3/2026) malam.

Pembukaan kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci H. Murison S.Pd S.Sos M.Si, anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat Anggra Pradana Putra, Camat Keliling Danau Asari, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh ulama, serta jajaran pemerintah desa dalam wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Negeri Jujun yang telah berperan dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-46 tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan MTQ ini dapat terselenggara dengan baik,” ujar Monadi.

Ia menegaskan bahwa MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana syiar Islam serta upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“MTQ bukan hanya mencari siapa yang terbaik dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurutnya, Al-Qur’an mengandung nilai-nilai penting seperti kejujuran, keadilan, persaudaraan, kerja keras, serta semangat menuntut ilmu yang sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat yang maju dan berakhlak.

Bupati Monadi juga berharap kegiatan MTQ dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter yang kuat secara spiritual.

“Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual serta memiliki akhlak yang baik,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Negeri Jujun yang terus menjaga tradisi keagamaan dan adat yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, peran wilayah adat sangat penting dalam menjaga identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Monadi juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan keikhlasan.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah terus belajar, mencintai Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya kepada para qori, qoriah, hafiz, dan hafizah.

Diakhir sambutannya, Bupati Monadi secara resmi membuka pelaksanaan MTQ ke-46 wilayah adat Negeri Jujun. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-46 wilayah adat Negeri Jujun di Desa Koto Baru Jujun secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda