Sinergikan Pengembangan dan Pelestarian Adat Budaya Masyarakat Sergai

415

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Tenaga Ahli (TA) Pengembangan Ekonomi Desa (PED) Tengku Fahrizal Husni dan Tenaga Pembangunan Partisipatif (TPP) Amrullah ST serta pendamping desa kecamatan Abdul Rahman, berkunjung ke Desa Lubuk Cemara Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (22/1/2020).

Kedatangan mereka disambut oleh Kades Lubuk Cemara Nanang Wahyudi S.Pd beserta para perangkat desa, Ketua BPD dan para pengurus BUMDes.

Pada kunjungan tersebut, mereka memaparkan tentang pengembangan dan pelestarian adat budaya yang hidup di masyarakat menjadi sebuah kearifan lokal yang tetap terpelihara dan lestari di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini. Serta wujud akan pelestarian budaya menjadi bagian dari 21 raihan kepemimpinan Bupati Sergai Ir. H.Soekirman dan Wakil Bupati Dharma Wijaya SE dengan diterbitkannya keputusan bupati tentang penetapan lokasi kampung budaya sesuai dengan nomor 326/1826/Tahun 2018.

Sebagai kabupaten yang terdiri dari beragam etnis yang hidup di dalamnya menetapkan 5 kampung budaya, diantaranya Desa Pekan Tanjung Beringin sebagai Kampung Budaya Melayu, Desa Sei Rampah sebagai Kampung Budaya Jawa, Desa Lubuk Cemara Kampung Budaya Banjar, Desa Huta Nauli Kampung Budaya Batak dan Desa Pegajahan sebagai Kampung Budaya Bali.

Dan kedatangan mereka juga membahas tentang perencanaan pengembangan Kampung Budaya Banjar yang telah ditetapkan oleh Bupati Serdang Bedagai dan mensinergikan dengan arah kebijakan pembangunan desa.

Sementara Nanang Wahyudi juga mengatakan, bahwa pemerintah desa akan merencanakan festival budaya, pasar kuliner, rumah budaya dan kerajinan lokal yang ada di Desa Lubuk Cemara, dalam pengembangan Kampung Budaya Banjar sesuai dengan penetapan surat bupati.

Ia juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan di wilayah yang ada di sekitar Desa Lubuk Cemara guna menggagas kerjasama antar desa dalam pengelolaan aliran sungai sebagai floating market (pasar terapung).

Tengku Fahrizal Husni menyebutkan bahwa dalam upaya mensinergikan program pemerintah daerah dengan konsep pataya (pangan parawisata dan budaya) diperlukan sinergisitas dengan kegiatan yang bersumber dari dana desa.

“Ini agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dalam penguatan dan pengembangan ekonomi lokal sesuai arahan presiden, SDM Unggul Indonesia Maju,” ungkap Tengku Fahrizal Husni. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda