SECANTING Diluncurkan, ASN Kerinci Jadi Orang Tua Asuh Anak Berisiko Stunting

13

KERINCI, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan stunting melalui peluncuran inovasi SECANTING (Senin Cegah Stunting). Program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digerakkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP&PA) Kabupaten Kerinci sebagai leading sector pelaksana kegiatan.

Gerakan SECANTING melibatkan partisipasi aktif seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci sebagai wujud kepedulian bersama terhadap anak dan keluarga yang berisiko stunting.

Peluncuran Gerakan SECANTING dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, dalam upacara dan apel kerja Pemerintah Kabupaten Kerinci, Senin (2/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, Ketua GOW Septi Malinda, Ketua Dharma Wanita Harmailis, jajaran kepala OPD, para camat, anggota TP PKK, serta seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Dalam gerakan ini, setiap ASN diwajibkan membawa satu kaleng susu, satu butir telur, beras, serta uang tunai sebesar Rp2.000 setiap hari Senin. Bantuan yang terkumpul akan dikoordinasikan oleh DPPKBPP&PA Kabupaten Kerinci untuk kemudian disalurkan kepada anak dan keluarga yang telah terdata berisiko stunting di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi menyampaikan bahwa Gerakan SECANTING merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekaligus menekan angka stunting secara berkelanjutan.

“Melalui Gerakan SECANTING ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong peran aktif seluruh ASN sebagai orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Ini bukan hanya soal bantuan pangan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi Kerinci yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, stunting merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi antara DPPKBPP&PA, perangkat daerah terkait, TP PKK, organisasi perempuan, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan melalui Gerakan SECANTING, angka stunting dapat ditekan secara signifikan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kerinci yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Sebagai pengingat, setiap hari Senin seluruh ASN diajak untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan ini dengan membawa telur, beras, serta uang tunai Rp2.000. Gerakan sederhana tersebut diharapkan menjadi simbol gotong royong dan kepedulian bersama demi masa depan generasi Kerinci yang lebih sehat dan berkualitas. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda