Ribuan Warga Saksikan Penutupan PGD ke-X Sekadau

162
Ribuan warga lintas etnis, suku dan agama dalam penutupan Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau.(BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Lebih dari 10 ribu masyarakat, baik dari Sekadau, lintas etnis, dan agama memadati halaman Betang Youth Center Jl.Panglima Naga untuk menyaksikan penutupan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-X, Sabtu (3/8/2019) malam.

Antrian dan parkir kendaraan roda empat dan dua juga terlihat penuh sesak di sepanjang Jalan Panglima Naga Komplek Pasar Baru Sekadau.

Penutupan PGD ke-X ini dilaksanakan setelah 6 hari lamanya digelar dengan berbagai kegiatan perlombaan dan kegiatan adat budaya dari berbagai sub suku Dayak di Sekadau.

Tak hanya masyarakat, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkompinda) serta tokoh masyarakat, adat dan budaya lintas etnis hadir menyaksikan penutupan PGD yang bertemakan ‘Melalui Gawai Dayak X Sekadau Kita Pererat Kesatuan dan Persatuan dalam Pelestarian Adat Budaya Dayak’.

Bupati Sekadau Rupinus SH, M.Si kembali didaulat panitia untuk menutup PGD yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali.

“Setidaknya ada 5 hal yang dapat dipetik dari PGD ini, mulai dari sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil pertanian dan tanda dimulainya masa pertanian selanjutnya. Kemudian pelestarian nilai budaya, daya tarik wisata, ekonomi kreatif masyarakat dan silaturahmi antar sub suku Dayak dan suku lainnya,” beber Bupati Rupinus dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa gawai Dayak bukan hanya milik masyarakat Dayak, namun milik semua masyarakat Kabupaten Sekadau. Adat istiadat Dayak, dikatakan bupati, sebagai bagian integral budaya bangsa dan diharapkan masyarakat Dayak membuka diri bagi seluruh etnis.

“Makna filosofi dalam gawai Dayak adalah ungkapan syukur kepada Tuhan dan leluhur atas hasil alam, terutama bagi masyarakat petani. Juga mengajak masyarakat untuk terus bersyukur,” ajak bupati.

Sementara Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy mengingatkan, bahwa gawai Dayak bukan menjadikan perpecahan.

“Masyarakat adat Dayak bukanlah batu penghalang, namun masyarakat Dayak menjadi pemersatu,” kata Willy.

Melalui gawai Dayak, Welly mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau kembali bersatu setelah terkotak – kotak dalam situasi politik pemilu 2019.

Ketua panitia Yohanes Anes dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada bupati, wakil bupati dan aparat keamanan yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Juga kepada donatur kegiatan dan panita serta masyarakat Kabupaten Sekadau,” ungkap Anes.

Dalam penutupan ini, kegiatan diisi juga dengan pertunjukan tarian seni budaya Dayak, pengumuman pemenang lomba serta penyerahan hadiah oleh unsur fokompinda kepada para juara. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda