Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama

1

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri bakti sosial bertema ‘Deteksi Dini Kanker Payudara’ yang diselenggarakan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) di Auditorium Cinema RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERABOI ke-29 yang tahun ini dilaksanakan di Provinsi Lampung. Bakti sosial tersebut diisi dengan edukasi dan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara bagi masyarakat.

Wagub Jihan menyampaikan apresiasi kepada PERABOI yang telah memilih Provinsi Lampung sebagai tuan rumah PIT PERABOI ke-29 sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung tentu saja saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang luar biasa kepada Perhimpunan Dokter Bedah Onkologi Indonesia,” ujar Jihan.

Menurutnya, penanganan kanker membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter spesialis bedah onkologi. Upaya tersebut harus dimulai dari hulu melalui pencegahan dan deteksi dini.

“Kita harus mengurainya sejak dari hulunya. Dari hulunya itu adalah deteksi dini,” katanya.

Jihan juga menyoroti pentingnya penguatan layanan kesehatan primer melalui Posyandu Dewasa dalam skema Integrasi Layanan Primer (ILP). Menurutnya, layanan tersebut perlu terus disosialisasikan dan dioptimalkan agar masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara lebih dekat.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat layanan kanker di RS Abdul Moeloek. Layanan kemoterapi telah tersedia, sementara pengembangan layanan radioterapi dan pemanfaatan teknologi nuklir terus dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kanker di Lampung.

“Kita hampir lengkap sebetulnya pelayanan di Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk pelayanan kanker. Kemoterapinya tentunya sudah ada dan nanti kita segera menyusul radiasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PIT PERABOI ke-29, dr. Bintang Abadi Siregar Sp.B (K) Onk mengatakan, pemilihan kanker payudara sebagai tema bakti sosial didasarkan pada tingginya angka kejadian kanker payudara di Indonesia maupun dunia.

Menurutnya, kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker dengan insiden tertinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama melalui penguatan deteksi dini.

“Kenapa diambil tema kanker payudara? Karena sampai saat ini, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, kanker paling tinggi insidennya adalah kanker payudara,” ujar dr. Bintang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan mandiri atau SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), serta pemeriksaan klinis atau SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Bahkan, dia memperkenalkan pentingnya keterlibatan pasangan melalui pemeriksaan yang ia sebut SADAMI (Periksa Payudara oleh Suami).

“Deteksi dini ini juga merupakan suatu kepedulian terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan terhadap orang-orang yang kita cintai,” katanya.

Menurut dr. Bintang, masih banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi kanker sudah memasuki tahap lanjut. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa tidak adanya keluhan berarti tidak ada penyakit.

Padahal, menurutnya, kanker pada tahap awal kerap tidak menimbulkan gejala yang dirasakan pasien. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menunda pemeriksaan hingga penyakit berkembang lebih jauh.

“Jangan menunggu sampai timbul keluhan berat untuk memeriksakan diri,” tegasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda