Pakam Race Meriahkan HUT Muba ke-70, Wabup Abdur Rohman Dorong Kemandirian Pemuda dan Pelestarian Sungai Musi

8

MUSI BANYUASIN, BERITAANDA – Riuh suara mesin ketek berpadu dengan sorak-sorai warga mewarnai tepian Sungai Musi di Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Puluhan peserta ambil bagian dalam ajang olahraga tradisional ‘Balap Ketek Pakam Race’ yang digelar Karang Taruna Kecamatan Sekayu dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Musi Banyuasin ke-70.

Ajang yang berlangsung meriah tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen. Tak sekadar menjadi tontonan dan hiburan rakyat, Pakam Race juga membawa pesan tentang pentingnya membangun kemandirian pemuda sekaligus menjaga Sungai Musi sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Nama ‘Pakam Race’ diangkat dari kearifan lokal Musi Banyuasin yang bermakna kokoh dan kuat. Oleh penyelenggara, Pakam juga dimaknai sebagai akronim dari Pemuda Karya Mandiri. Filosofi tersebut menjadi gambaran semangat generasi muda untuk terus berinovasi, memiliki daya saing, serta mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi balap ketek memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan rakyat karena dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai.

“Sungai Musi adalah urat nadi kehidupan dan transportasi masyarakat kita. Melalui kegiatan positif seperti ini, mari bersama-sama kita jaga kebersihan sungai, hindari pembuangan sampah sembarangan, serta tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar potensi perairan kita tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujar Wakil Bupati Muba saat memberikan arahan kepada warga dan peserta.

Atmosfer kompetisi berlangsung kondusif dan penuh rasa persaudaraan. Perlombaan terbagi dalam dua kategori, yakni kelas mesin standar dan kelas mesin bebas. Demi keselamatan, seluruh peserta diwajibkan menerapkan standar keamanan, termasuk menggunakan pelampung selama mengikuti perlombaan.

Perlombaan diawali dengan pelepasan race pertama oleh Wakil Bupati Muba. Sesaat kemudian, suara mesin ketek yang melaju di atas Sungai Musi disambut sorak-sorai antusias para penonton yang memadati tepian sungai.

Karang Taruna Kecamatan Sekayu berharap kesuksesan Pakam Race dapat menjadi awal bagi penyelenggaraan kegiatan serupa secara rutin setiap tahun. Selain mempertahankan tradisi dan kearifan lokal, ajang ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah, menggerakkan UMKM lokal, serta melahirkan generasi muda Musi Banyuasin yang mandiri, kreatif, berdaya saing, dan tetap menjunjung budaya daerah. (Sansida)

Bagaimana Menurut Anda