BNNK OKI Latih Warga Sedyo Mulyo Budidaya Hidroponik untuk Cegah Narkoba

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) life skill pada kawasan rawan narkoba dalam penyelenggaraan program pemberdayaan alternatif.

Kegiatan yang bersumber dari DIPA dengan nomor DIPA-066.01.2.403709/2026 ini memasuki hari kedua dan dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sedyo Mulyo, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto S.Sos, didampingi Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat Dedi Mashuri S.Sos, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama Sarina S.M, serta seluruh Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNK OKI.

Bimtek ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan warga Desa Sedyo Mulyo. Desa tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan rawan narkoba sehingga menjadi fokus pelaksanaan program pemberdayaan alternatif.

Pada hari kedua pelaksanaan, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi teori, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung pemanfaatan lahan melalui metode hidroponik. Para peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber kompeten dari Badan Penyuluh Pertanian dan Pengembangan SDM Pertanian, yakni Ahmad Kurni dan Nurul Hidayah S.P.

Para peserta tampak antusias mengikuti praktik, mulai dari pengenalan media tanam, perakitan instalasi hidroponik sederhana, penyemaian, hingga perawatan tanaman. Metode hidroponik dipilih karena dinilai relevan untuk dikembangkan masyarakat, tidak membutuhkan lahan luas, hemat air, serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan untuk mendukung kemandirian pangan keluarga.

Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto menyampaikan, bahwa program tersebut memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memberikan pelatihan bercocok tanam.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara BNNK OKI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dalam upaya P4GN di kawasan rawan narkoba, terutama di Desa Sedyo Mulyo. Kami ingin meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pendekatan pemberdayaan alternatif melalui pelatihan life skill hidroponik merupakan strategi untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan memiliki keterampilan dan menjalankan kegiatan produktif, masyarakat diharapkan memiliki kesibukan positif sekaligus sumber penghasilan alternatif sehingga tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

“Ketika masyarakat berdaya secara ekonomi, mandiri, dan memiliki harapan, maka desa akan kuat dan bersih dari narkoba. Inilah esensi dari Indonesia Bersinar, Sumsel Bersinar yang dimulai dari desa,” tambahnya.

Melalui bimtek life skill ini, BNNK OKI berharap 20 peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen penggerak sekaligus contoh bagi warga lainnya dalam mengembangkan tanaman hidroponik. Dengan demikian, program pemberdayaan alternatif tersebut diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam mewujudkan Desa Sedyo Mulyo yang bersih, produktif, dan Bersinar (Bersih Narkoba). (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda