Dirawat 59 Hari, PDP 02 Asal Sanggau Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

163

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Usai menjalani perawatan selama 59 hari di ruang isolasi khusus Rumah Sakit Rujukan Ade M. Djoen Sintang, pasien dalam pengawasan (PDP) 02 yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kabupaten Sanggau bernama Yohanes Andriyus Wijaya, merupakan Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau, dinyatakan sembuh setelah berdasarkan pemeriksaan swab tenggoran terakhir dari Jakarta yang hasilnya negatif corona.

Kepulangan pria berumur 55 tahun ini dilepas langsung oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH yang didamping Kadiskes Sintang, Direktur RSUD Ade M. Djeon Sintang, Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Sintang, serta tenaga medis di rumah sakit. Dan kepulangan PDP 02 ini pun dijemput Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting, Ahad (17/5/2020) siang, di RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, apa yang hari ini terjadi ialah untuk meyakinkan masyarakat bahwa pasien Covid-19 itu bisa sembuh, apalagi kalau tidak ada penyakit penyerta atau bawaan. “Jadi kalau kita mendapat cobaan dari Tuhan seperti ini, yakinlah dirawat di Sintang saja bisa sembuh, kalau dirawat dengan benar,” kata Jarot.

Kemudian, lanjut Jarot, hal ini juga menunjukan kita yang di daerah juga bisa merawat Covid-19 sesuai dengan protokol yang ada. Dimana rasa kepercayaan diri itu tumbuh bahwa kita juga bisa. “Karena Pak Andri ini yang pertama positif dirawat dua bulan lalu. Bayangkan, dia masuk sejak 19 Maret lalu, sementara kasus pertama di Indonesia itu 2 Maret diumumkan presiden, jadi kita masih gagap-gagap semua itu. Harus ngapain, sebentar begini sebentar begitu, luar biasa. Jadi dia masuk bisa survive. Selamat buat Pak Andri,” ucap Jarot.

Dengan sembuhnya pasien positif Covid-19 pertama yang dirawat di RSUD Ade M. Djoen Sintang ini, menurut Jarot, menandakan bahwa pada saat situasi seperti ini kita akan memasuki normal baru atau new normal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dimana harus selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Pak Andri, keluarganya, masyarakat Sanggau bahkan masyarakat Sintang juga memasuki normal baru atau new normal. Meskipun sudah sembuh, kebiasan perilaku hidup bersih dan sehat harus dibiasakan, kalau keluar pakai masker, di rumah sediakan tempat cuci tangan, sebelum masuk rumah cuci tangan minimal 20 detik,” tutur Jarot.

Jarot pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tim medis, baik itu dokter, perawat yang sudah merawat PDP 02 ini hingga sembuh. “Terima kasih kepada semuanya, dokter, perawat, direktur rumah sakit, Kadis Kesehatan beserta jajarannya yang melakukan penyeledikan epidemiologi. Gugus Tugas juga. Hanya Tuhan lah yang bisa membalas semuanya,” tutup Jarot.

Sementara itu, PDP 02 yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Yohanes Andriyus Wijaya, tak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah berjuang melawan corona, Ia pun sangat mengapresiasi pelayanan tim medis RSUD Ade M. Djoen Sintang selama merawatnya siang malam hingga dirinya dinyatakan sembuh dari corona.

“Jujur saya terharu, karena kondisi saya kritis pada saat dirujuk ke Sintang, tapi berkat kerja keras tenaga medis disini dan berkat perlindungan Tuhan saya bisa disembuhkan. Tindakan yang dilakukan di RSUD Sanggau saat itu, merujuk saya ke RSUD sintang ini yang sangat tepat, hingga saya terselamatkan dari covid-19 ini,” ucapnya haru.

Oleh karena itulah, Andriyus menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bupati Sintang dan seluruh tim medis yang sudah merawatnya. Andriyus mengungkapkan, bahwa ia pun tak bisa membalas semuanya. Tapi ia yakin, Tuhan pasti melihat apa yang telah lakukan dalam menjalankan tugas mulia ini.

“Terima kasih kepada perawat yang siang malam merawat saya, terima kasih juga kepada Pak Bupati yang sering menjenguk saya langsung, saya tak bisa membalas apa-apa, tapi saya yakin Tuhan pasti melihat apa yang dilakukan. Tuhan melihat jauh ke dasar hati bapak-ibu. Tuhan akan membalas semua kebaikan yang dilakukan,” ungkap Andriyus.

Andriyus juga mengakui bahwa sebenarnya ia berkeinginan untuk pulang pada saat menjalani isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Ade M. Djeon Sintang. Sebab, hasil swab terakhir dari Jakarta keluarnya cukup lama. Namun niat itu ia urung, karena dia ingin membuktikan bahwa RSUD Sintang ini bisa menyumbuhkan pasien Covid-19.

“Saya menyadari pada saat itu saya minta pulang, dengan beberapa skenario bersama dokter yang merawat saya, tapi saya putuskan harus tetap berada di RSUD Sintang. Saya harus membuktikan bahwa rumah sakit Sintang bisa menyembuhkan orang Covid-19, itu yang menjadi motivasi saya, memaksa diri saya untuk tidak pulang,” ungkap Andriyus.

Andriyus pun yakin, dengan sembuhnya ia dari corona yang dirawat di RSUD Ade M. Djeon Sintang ini merupakan suatu kebanggaan bagi Pemkab dan jajaran rumah sakit, bahwa orang yang postif Covid-19 bisa disembuhkan dirawat di Sintang.

“Saya berharap juga dengan terapi yang ada di rumah sakit ini, pasien-pasien positif yang lain bisa sembuh seperti saya. Saya tidak pernah mendapat perlakuan yang kasar atau apa, semuanya sangat ramah tamah, itu juga menjadi motivasi saya,” pungkas Andriyus. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda