TP2DD Kota Metro Hadirkan QRIS di Masjid untuk Akselerasi Transaksi Digital

20

KOTA METRO, BERITAANDA – Dalam upaya memperluas digitalisasi transaksi pembayaran, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Metro mengimplementasikan penggunaan QRIS untuk donasi dan infaq di 28 masjid yang tersebar di wilayah Kota Metro.

“Kali ini, TP2DD Kota Metro mengedukasi masyarakat bahwa transaksi digital tidak hanya terbatas pada pembayaran, tetapi juga dapat digunakan untuk berdonasi atau berinfaq di masjid-masjid Kota Metro,” ujar Kepala BPPRD Kota Metro, Syachri Ramadhan, dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TP2DD yang berlangsung di Gedung Pertemuan Metro Garden, Rabu (23/4/2025).

Dengan mengangkat tema ‘Transaksi Makin Mudah dengan QRIS, untuk Metro Cerdas dan Religius’, HLM TP2DD Kota Metro turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Staf Ahli Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Kota Metro, unsur Forkopimda Kota Metro, BPD Lampung, serta OPD pengelola retribusi dilingkungan Pemkot Metro.

Wakil Wali Kota Metro Rafiq Adi Pradana menyatakan, bahwa digitalisasi transaksi merupakan masa depan Kota Metro.

“Pemerintah Kota Metro terus mendorong penguatan program TP2DD demi menciptakan layanan publik yang efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Sebagai bentuk respons terhadap kebijakan insentif pajak (PKB dan PBB) dari Pemerintah Provinsi dan Kota Metro, seluruh OPD dan sektor perbankan didorong untuk mengintensifkan sosialisasi transaksi digital, khususnya di ruang publik dan pusat keramaian, guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak dan retribusi.

Disisi pengeluaran, Pemkot Metro juga telah mengimplementasikan Kartu Kredit Pemerintah Indonesia diseluruh OPD sebagai bagian dari digitalisasi belanja daerah.

Salah satu inisiatif utama TP2DD Kota Metro adalah digitalisasi mekanisme penggunaan dan pembayaran aset pemerintah daerah, yang diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berharap seluruh program digitalisasi di Kota Metro dapat berjalan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi,” ujar Zainal Abidin, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Pemerintah Provinsi Lampung meyakini bahwa digitalisasi transaksi akan mendorong kemandirian fiskal daerah. Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dinilai penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, peningkatan ETPD secara nasional telah mendorong kenaikan Pendapatan Daerah dari sektor Pajak dan Retribusi (PDRD) sebesar 7,91%. Sementara itu di wilayah Sumatera, ETPD mendorong peningkatan PDRD yang lebih tinggi, yakni 10,8%. Ini menunjukkan potensi besar Pemda di Sumatera untuk mencapai kemandirian fiskal melalui elektronifikasi transaksi.

Secara tren, Kota Metro mampu mempertahankan statusnya sebagai salah satu daerah digital dengan tingkat ETPD tertinggi di Provinsi Lampung. Pada semester II tahun 2024, tingkat ETPD Kota Metro tercatat mencapai 96,5%, meningkat dari semester I.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Alex Kurniawan menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemkot Metro dalam menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait program-program unggulan TP2DD, yang turut mengubah preferensi pembayaran di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, penerapan e-retribusi pada sejumlah sektor potensial seperti pemanfaatan kekayaan daerah dinilai akan berdampak positif terhadap realisasi pendapatan daerah.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan sosialisasi pembayaran PBB-P2 secara digital melalui kanal QRIS. Pemkot Metro bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Lampung memberikan apresiasi kepada 200 wajib pajak yang telah melakukan pembayaran PBB-P2 melalui QRIS. (Siaran Pers KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung, Deputi Kepala Perwakilan, Alex Kurniawan/ Deputi Direktur)

Bagaimana Menurut Anda