KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dhuar, bunyi dentuman keras ini sontak mengejutkan AIPDA M. Nur (40), anggota piket jaga pos gerbang utama sebelah barat Mapolres Ogan Komering Ilir (OKI), Ahad (28/6/2020) sekira pukul 02.30 Wib.
Terlebih lagi, anggota ini juga dikagetkan karena melihat sebuah mobil warna putih jenis Honda Mobilio BG 1088 KD menerobos masuk lalu melintas di depan pos jaganya, usai tabrak pagar gerbang utama.
Mendapati kejadian ini, AIPDA M. Nur bergegas langsung menekan alarm stelling sebagai tanda bahaya. Karena ia ketahui mobil tersebut berhasil masuk dan langsung menuju parkiran bagian belakang, tepatnya dekat gedung Tan Satrisna.
“Tiba-tiba seorang laki – laki yang ternyata pengemudi mobil tersebut, datang kedepan ke arah pos jaga. Lalu saya tanya ‘ada apa’, dan tanpa basa-basi langsung menyerang saya menggunakan senjata tajam pipa suling keras jenis gancu, sambil teriak Allahu Akbar,” ujar AIPDA M. Nur.
Mendapat serangan bertubi-tubi dari pria ini, ia langsung berusaha menangkis dan merebut senjata yang dipegang pelaku. Kata dia lagi, saat tarik-menarik, datanglah anggota lain turut membantu, sehingga pelaku lari ke arah belakang sambil membawa gancunya.
“Usai bergulat dengan saya, karena ketahui ada anggota lain datang, pelaku lari ke arah belakang. Apakah menuju mobil, saya tidak melihat lagi, sebab saat itu saya langsung kembali masuk ke pos Jaga,” ungkap AIPDA M. Nur seraya mengatakan dirinya mengalami luka di bagian tangan.
Serangan pelaku juga sempat mengenai bagian tubuh, namun tidak berhasil melukai, karena AIPDA M. Nur memakai rompi anti peluru.
“Waktu kejadian, saya berpakaian lengkap dan kenakan rompi, jadi pelaku hanya mengincar saya, sementara rekan anggota lain yang berpakaian preman tidak diserang pelaku,” jelasnya.
“Untuk luka dibagian tangan yang saya alami, telapak tangan 4 jahitan, sedangkan jari tangan mendapat 8 jahitan,” ungkap dia seraya menyebut, mulanya karena pelaku saat menyerang mengucapkan Allahu Akbar dikira teroris, namun setelah diselidiki teman-teman, ternyata pelaku diduga alami depresi.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM yang datang langsung ke Mapolres OKI mengatakan, dirinya ingin memberikan penghargaan dan apresiasi atas kinerja Kapolres, terutama anggota piket malam. Karena dengan situasi seperti ini, anggota selalu waspada.
“Dan Alhamdulillah, anggota kita yang menjadi korban penyerangan pelaku, sudah pakai rompi anti peluru yang memang merupakan protap, dimana dalam penjagaan harus memakainya, sehingga ketika terjadi hal seperti ini selamat, walaupun tangan kanannya terluka,” kata Kapolda seraya menambahkan, semoga insiden tidak terjadi lagi disini dan juga di tempat lain. (Iwan)






























