Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Gubernur Arinal Minta Lakukan Koordinasi

132

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka acara temu teknis penyuluh pertanian dengan tema ‘Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern Menuju Lampung Berjaya’, bertempat di Ballroom Hotel Horison Bandar Lampung, Selasa (13/12/2022).

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal minta dilakukannya koordinasi seluruh komponen yang terlibat dalam penyuluhan untuk mewujudkan visi Lampung, Rakyat Lampung Berjaya.

Menurut Gubernur, harus dilakukan integrasi seluruh program terkait dengan penyuluhan pertanian, termasuk meningkatkan pengetahuan, menyatukan dan mensinkronkan langkah ke depan.

Gubernur juga menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa Lampung merupakan provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera, yang posisinya sangat strategis dengan luas wilayah sekitar 35.000 km² dan penduduk 9.081.900 orang mempunyai potensi yang besar baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya Lampung.

Berdasarkan data, sejumlah capaian produksi pertanian di Provinsi Lampung diantaranya penghasil produksi padi mencapai 3 juta ton (berdasarkan data BPS), penghasil jagung 3.145.015 ton (nomor 3 di Indonesia), Ubikayu 6.194.601 ton (nomor 1 di Indonesia), tebu (gula) 729.000 ton (nomor 2 di Indonesia). Kemudian, penghasil ternak dengan populasi sapi potong 861.000 ekor (nomor 7 di Indonesia), kambing 1.573.800 ekor (nomor 3 di Indonesia), dan berbagai hasil produksi lainnya.

“Dengan pencapaian tersebut, jangan berpuas diri, karena produksi yang tinggi, populasi ternak yang besar belum tentu mencerminkan pendapatan dan kesejahteraan yang tinggi. Ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan dalam pencapaian pendapatan dan kesejahteraan petani, diantaranya jaminan pasar dan harga yang baik, daya saing produk yang dihasilkan baik tingkat domestik maupun internasional, dan Jaminan ketersediaan input produksi,” jelas Gubernur.

“Hal lain yang harus diperhatikan, transformasi kelembagaan petani, teknologi produksi/usaha tani, distribusi input dan hasil pertanian, serta berkembangnya sistem agribisnis berbasis komoditi dan pendekatan kawasan,” terangnya lagi.

Gubernur Arinal juga menjelaskan bahwa saat ini Lampung telah memasuki era revolusi industri 4.0. Di bidang pertanian revolusi industri 4.0 memunculkan inovasi dan terobosan teknologi yang terus berkembang akan menjadi ancaman, tantangan atau kesempatan (peluang) dalam pembangunan pertanian ke depan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal berpesan kepada para penyuluh untuk melakukan sejumlah langkah diantaranya agar penyuluhan pertanian mendorong petani, kelompok tani dan Gapoktan petani ikut serta dan tergabung dalam Kartu Petani Jaya (KPB) supaya sistem usaha taninya efisien, produktivitas tinggi dan ada jaminan pasar. Kemudian, melakukan penguatan kelembagaan petani.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Gubernur Arinal berharap kendala dan tantangan yang ada dapat diatasi sehingga proses pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian, benar-benar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

“Saya mohon, kerja dan kinerja kita sudah bagus. Tapi saya berharap ini tetap kita pertahankan,” ujarnya.(Katharina)

Bagaimana Menurut Anda