Tapsel Kebut Penyelesaian Huntap dan Huntara Sebelum Ramadan

3

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana.

Penyerahan bantuan untuk kategori rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) tersebut dilaksanakan di Sopo Daganak, Kecamatan Batangtoru, Jumat (13/2/2026).

Bantuan ini berasal dari skema stimulan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa sebanyak 184 unit rumah rusak ringan dan 214 unit rumah rusak sedang telah diajukan untuk menerima bantuan.

“Kategori ini sebenarnya tidak terlalu banyak karena sebagian besar sudah direlokasi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kategori rumah rusak berat, terdapat 333 kepala keluarga yang menjadi penerima stimulan.

Berbeda dengan kategori lainnya, rumah rusak berat tidak diperbaiki, melainkan dibangunkan hunian tetap (huntap). Hingga kini tercatat 1.777 unit huntap sedang memasuki tahap penyelesaian, baik melalui relokasi terpusat maupun mandiri.

Adapun besaran bantuan stimulan yang diberikan adalah Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta bagi rusak berat.

“Dananya bersumber dari BNPB. Untuk rusak berat, bantuannya memang berupa pembangunan rumah,” jelas Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah yang dinilai cepat dalam penyelesaian administrasi Dana Tunggu Hunian (DTH).

Sejak akhir Desember, pencairan DTH sudah berjalan meski masih ditemui sejumlah kendala teknis, seperti validasi data kependudukan dan sinkronisasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem perbankan.

Secara total terdapat 2.038 kepala keluarga yang memenuhi kriteria penerima bantuan kategori rusak ringan, sedang, dan berat.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses verifikasi dan validasi rampung melalui mekanisme by name by address dengan melibatkan pemerintah desa, BNPB, Badan Pusat Statistik, serta difinalisasi melalui keputusan bupati yang turut ditandatangani Kapolres dan Kajari.

Pada tahap penyerahan kali ini, jumlah rumah yang telah dinyatakan berhak menerima bantuan terdiri dari 133 unit rusak ringan dan 116 unit rusak sedang, dengan total nilai bantuan Rp5,475 miliar. Data penerima telah melalui uji publik sebelum ditetapkan.

Perwakilan BNPB, Agus W, menjelaskan bahwa bagi warga dengan rumah rusak berat yang masih menunggu pembangunan huntap, pemerintah memberikan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan.

“Dana ini agar warga bisa menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga sambil menunggu hunian tetap selesai,” katanya. Bantuan DTH akan dihentikan setelah warga menempati huntap.

Selain mempercepat pembangunan huntap, pemerintah daerah juga mengebut penyelesaian 717 unit hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung sebelum Ramadan.

Adapun lokasi pembangunan huntara tersebar di Simarpinggan, Sipirok, Aek Latong, Napa, Perkebunan Batang Toru, dan Perkebunan Hapesong.

Gus Irawan mengakui bahwa tidak semua unit dapat selesai 100 persen sebelum Ramadan. Namun ia menegaskan pentingnya prioritas pengerjaan.

“Lebih baik sebagian selesai tuntas dan bisa ditempati, daripada semuanya hampir selesai tetapi belum bisa dihuni,” tegasnya.

Menjelang bulan suci, Pemerintah Provinsi juga akan menyalurkan bantuan hewan kurban berupa sapi untuk dibagikan kepada warga penghuni huntara. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut menambah bantuan sebanyak 10 ekor sapi.

Pemerintah daerah berharap agar sebelum Ramadan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian dan seluruh penyintas telah menempati huntara maupun hunian tetap. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda