Tak Ada WFH di Sekolah, Kadisdik OKI Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Berjalan Penuh

3

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah akibat gejolak geopolitik global dipastikan tidak berdampak pada sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal secara tatap muka tanpa penerapan work from home (WFH).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muhammad Refly S.Sos MM menegaskan, bahwa seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga menengah, tetap menjalankan pembelajaran selama lima hari, yakni Senin hingga Jumat.

“Pemerintah telah menetapkan bahwa tidak ada WFH pada sektor pendidikan. Artinya, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka (luring) secara normal di seluruh jenjang pendidikan,” ujar Refly, Rabu (1/4/2026).

Ia juga memastikan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak membatasi kegiatan sekolah lainnya, termasuk ajang olahraga prestasi maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut Refly, pembelajaran tatap muka hingga kini masih menjadi metode paling efektif dalam mendukung proses pendidikan di sekolah.

“Interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran penting, tidak hanya dalam penyampaian materi, tetapi juga dalam pembentukan karakter serta perkembangan sosial anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman belajar secara langsung memberikan manfaat yang lebih menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Karena itu, sistem pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan utama saat ini.

Meski demikian, Refly tetap membuka ruang bagi inovasi dalam dunia pendidikan. Namun, inovasi tersebut harus diterapkan secara terukur dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pakar pendidikan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan telah melalui pertimbangan matang dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Pendidikan memiliki tujuan besar untuk mencetak generasi unggul. Maka setiap kebijakan harus dirancang secara matang dan berorientasi jangka panjang,” tegasnya.

Disisi lain, terkait upaya penghematan energi yang menjadi isu nasional, Refly menekankan bahwa kebijakan tersebut hanya berdampak pada sektor tertentu dan tidak menyentuh sektor krusial seperti pendidikan.

“Di tengah isu global saat ini, pemerintah hanya melakukan penyesuaian di beberapa sektor. Sektor pendidikan tidak terdampak, sehingga kami mengimbau kepada orang tua, siswa, dan tenaga pendidik di Kabupaten OKI untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” tandasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda