Syahrul: Momen Idul Adha Sarana Perkokoh Persatuan dan Kesatuan

411

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu menyatakan semangat kurban merupakan saluran memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan serta wahana meningkatan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pernyataan itu disampaikan Syahrul usai melaksanakan shalat Idul Adha 1440 Hijriah, bertempat di Masjid Nurul Iman Desa Huta Holbung Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapsel, Ahad (11/8/2019) pagi.

Bertemakan ‘dengan berkurban, kita tingkatkan rasa ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala’, pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 Hijriah dimulai pukul 07.30 Wib dengan Tuan Naborkat sebagai imam dan Tuan Nalomok selaku khotib, diikuti luberan jamaah hingga halaman masjid.

“Ada begitu makna yang terkandung yang bisa dipetik dari khotbah Tuan Nalomok, bagaimana untuk lebih mendekatkan diri kepada Ilahi. Salah satunya perintah agama melaksanakan kurban, guna intropeksi diri menjalani hidup ini,” ujar Syahrul.

Istilah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, menurut dia, bermakna manakala kita sudah melakukan untuk menghadap sang khalik, tentunya juga dituntut untuk saling menghargai sesama, atau sering disebut hubungan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah.

“Karenanya, melalui peringatan hari raya Idul Adha ini, mari gelorakan semangat memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan yang muaranya adalah untuk peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah, agar secara kualitatif keimanan kita dapat lebih meningkat dari waktu ke waktu,” tutur Syahrul.

Sebagaimana isi khotbah Tuan Nalomok menyebut, bahwa hari raya kurban merupakan wujud syukur manusia kepada Allah.

“Kurban merupakan tanda syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah dan juga mengingatkan kita terhadap ujian berat Nabi Ibrahim AS dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar dia.

Salah satunya adalah kisah Nabi Ismail ‘Alahissalam yang memiliki ketaatan luhur kepada kedua orang tuanya, yaitu Nabi Ibrahim Alahissalam (ayahnya) dan Siti Hajar (ibunya). Sebagaimana dikisahkan sewaktu ketika Nabi Ismail harus ridho untuk mengorbankan dirinya guna memenuhi perintah Allah.

“Perintah itu datang dikabarkan lewat mimpi sang Ayah, atas seruan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar Nabi Ibrahim segera memenuhi nadzarnya, yaitu berkenan menyembelih anaknya bernama Ismail.”

Padahal beliau amat sayang dengan putranya tersebut. Tapi karena semua itu adalah perintah Allah, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan. Tidak ada rasa nikmat sedikit pun jika tidak mentaati perintah dari sang pencipta alam semesta.

“Karena itulah dibalik sebuah ujian berat dan ketaatannya, akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengganti Ismail dengan satu ekor kibas/domba,” terang Tuan Nalomok dalam khutbahnya.

Tampak hadir, Wabup Tapsel H Aswin Efendi Siregar, Sekda Tapsel Parulian Nasution, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, kabag, Camat Angkola Muaratais, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda