Sistem Ganjil Genap Segera Diberlakukan di Palembang, Ini Kata Dishub

78

PALEMBANG, BERITAANDA – Rencana penerapan sistem ganjil genap disejumlah ruas jalan di Palembang akan segera diberlakukan. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kota sekaligus memenuhi janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Ratu Dewa dan Prima Salam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Supriyanto mengungkapkan, bahwa pekan depan akan digelar rapat forum lalu lintas guna membahas lebih lanjut mengenai penerapan sistem ganjil genap.

“Dalam rapat tersebut, akan dibahas ruas jalan mana saja yang akan diterapkan sistem ganjil genap. Tidak semua jalan akan terkena aturan ini, hanya yang mengalami tingkat kemacetan paling parah,” ujar Agus, Sabtu (1/3/2025).

Beberapa titik yang diprioritaskan untuk penerapan sistem ganjil genap antara lain Jalan Sudirman dan Jalan Residen Abdul Rozak. Dua jalan ini dipilih karena sering mengalami kemacetan akibat keberadaan sekolah di kawasan Balayuda dan Kusuma Bangsa. Selain itu, kemacetan di Jembatan Musi 4 dan kawasan Seberang Ulu juga menjadi perhatian khusus lantaran kondisi infrastruktur yang belum sempurna.

“Jika jalan disekitar Jembatan Musi 4 sudah selesai diperbaiki, maka kendaraan angkutan barang yang menuju Pelabuhan Boom Baru dari dalam kota bisa dialihkan ke sana. Namun, karena jalan tersebut belum sempurna, kemacetan masih kerap terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore,” jelas Agus.

Agus menambahkan bahwa kemacetan di Palembang masih tergolong terkendali karena hanya terjadi pada jam-jam tertentu, yakni pukul 06.00–07.00 WIB saat jam masuk sekolah dan kerja, serta pukul 15.00–16.00 WIB saat jam pulang sekolah dan kerja.

Sebagai solusi tambahan, Dishub juga mempertimbangkan opsi penerapan sistem shuttle bus untuk sekolah serta penyesuaian jam masuk kerja agar tidak bersamaan dengan jam masuk siswa.

“Jika jam masuk pegawai dimundurkan menjadi pukul 08.00 WIB sementara siswa tetap pukul 07.00 WIB, maka kemacetan bisa dikurangi karena tidak terjadi penumpukan kendaraan secara bersamaan,” pungkas Agus. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda